Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Wawancara: Jatuh Bangun 10 Musim, Rudi Belum Ingin Berhenti Pakai Jersey Nomor 7 Semen Padang FC

Dibaca : 993

Padang, Prokabar – Salah satu pemain senior yang masih bertahan di Semen Padang untuk musim kompetisi 2020 adalah Rudi, atau banyak juga yang menyebut Rudi Doank. Pemilik nomor punggung 7 ini bahkan sudah memasuki tahun ke 10-nya berjersey Semen Padang.

Dipastikan, dengan dedikasi satu dasawarsa itu, pemain kelahiran Matur (Agam) 1 Juni 1987 itu termasuk daftar pemain paling lama membela Kabau Sirah. Tidak banyak pemain yang setia dan bisa bertahan selama itu dalam tim Semen Padang.

Selama 10 tahun, Rudi setia bersama “Kabau Sirah”, jatuh bangun bersama tim, yang terkadang penuh dinamika. Ketika pelatih dan pemain silih berganti, datang dan pergi, namun karir Rudi tetap awet bersama tim yang disebutnya sebagai cita-citanya sejak kecil.

Rudi bergabung pertama kali dengan Semen Padang saat dipegang Nilmaizar, tatkala Semen Padang promosi ke Liga Super Indonesia 2010/2011. Rudi yang sebelumnya kapten tim PON Sumbar 2008 di Kalimantan Timur, dinilai Nil sebagai putra daerah yang layak bergabung dengan Semen Padang.

Walau performanya kerap ibarat “roller coaster” di Semen Padang, namun kecintaan gelandang yang satu ini kepada tim membuat dia selalu merasa tertantang memberikan yang terbaik untuk tim.

Rizal Marajo dari Prokabar melakukan wawancara khusus dengan anak Matur ini melalui teks, dan semuanya dijawab dengan lugas, berikut petikannya:

Prokabar: Ini musim ke-10 Anda bersama Semen Padang, tak banyak pemain yang bisa begitu lama berkostum Semen Padang. Apa resepnya?
Rudi: Iya betul, ini tahun ke 10 saya di Semen Padang. Alhamdulillah, tentunya bangga, walaupun ada pemain yang lebih lama lagi, misalnya Bang Hengki Ardiles. Resepnya adalah totalitas dan selalu berusaha berikan yang terbaik untuk tim. Mudah-mudahan saya masih bisa bertahan untuk beberapa tahun ke depan bersama tim ini. Karena saya sudah merasa nyaman disini.

Prokabar: Setelah bertahan 10 musim, apa obsesi terbesar Anda yang belum tercapai bersama tim Semen Padang?
Rudi: Dari dulu saya selalu berkeinginan bisa membawa tim ini lolos ke level Asia, AFC Cup misalnya. Karena bagi saya, main di di kompetisi Asia atau AFC sebuah obsesi yang ingin terwujud. Bisa bertanding dengan tim-tim bagus dari luar Indonesia adalah sebuah impian yang layak diperjuangkan bersama tim. Karena dulu waktu Semen Padang bermain di AFC Cup 2013, saya masih belum bisa untuk menembus tim utama dan juga jarang turun bermain.

Prokabar: Apa kesan terindah Anda selama berkostum Semen Padang?
Rudi: Yang ada dan pasti adalah kesan yang baik, karena saya punya alasan untuk itu. Walaupun dinamika yang saya lalui selama 10 tahun bersama Semen Padang sungguh beragam dan penuh warna. Tapi intinya adalah, Tim ini adalah tim impian saya. sejak mulai bermain bola di kampung, pergi ke Padang dengan membawa satu cita-cita, Ingin bermain untuk Semen Padang. Alhamdulillah cita-cita itu terkabul sampai sekarang. Itulah kesan yang terindah bagi saya.

Prokabar: Bagaimana dengan tim sekarang dibawah Coach Eduardo Almeida, Sebagai pemain senior dan putra daerah juga, apa target Anda?
Rudi: Sejauh ini tim bisa bisa dibilang dalam progres yang bagus, setidaknya ada kemauan dan tekad yang sama dari tim pelatih, manajemen, dan tentunya para pemain. Saya pribadi sangat optimis Semen Padang akan bisa kembali ke Liga 1, Insha Allah. Walaupun persiapan kita tak begitu ideal, tapi dengan karakter Coach Eduardo dan kualitas melatihnya, kami para pemain bisa cepat beradaptasi. Kalaupun ada kendala, mungkin sedikit kendala komunikasi, itu saja.

Prokabar: Sudah ada rencana pensiun? atau masih ingin bermain beberapa tahun lagi di Semen Padang?
Rudi: Belum ada rencana pensiun, bahkan saya punya keinginan agar bisa bermain lebih lama lagi di Semen Padang. Saya selalu mempersiapkan semuanya agar tetap bisa bermain untuk Semen Padang. Saya selalu menjaga kondisi dan menjaga kualitas skill bermain bola. Karena sekali lagi saya katakan, bagi saya dapat bermain dan membela Semen Padang adalah kesempatan luar biasa dalam karir saya. Tim impian saya sejak kecil, tim Ranah Minang, bisa tetap dekat dari kampung halaman di Matur sana, keluarga, dan teman-teman.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top