Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Bola

Wawancara Eksklusif, Eduardo Almeida: Mereka Membuat Saya Seperti di Rumah Sendiri


Oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama)

Dibaca : 1.814

Padang, Prokabar – Kompetisi Liga 2 2020 akan segera bergulir 13 Maret 2020 mendatang. Hanya tersisa 20 hari menuju kick off, Semen Padang FC terus berpacu dengan waktu mempersiapkan diri menghadapi kompetisi kasta kedua itu.

Banyak PR yang masih harus dituntaskan tim pelatih agar menghasilkan sebuah tim yang kompetitif. Persiapan yang mepet, pemain yang mayoritas baru membutuhkan adaptasi, butuh ujicoba yang lebih banyak, adalah diantara PR yang harus dituntaskan oleh tim pelatih.

Eduardo Almeida, pelatih asal Portugal menyadari timnya masih butuh waktu agar benar-benar siap berkompetisi. Target lolos ke Liga 1 yang diberikan manajemen tim adalah tantangan berat yang harus dijawabnya. Belum lagi, kepercayaan suporter tim yang begitu besar padanya harus dijawabnya dengan tuntas.

Prokabar melakukan wawancara khusus dengan pelatih 42 tahun itu untuk menguliti semua hal tentang Semen Padang di masa pramusim ini, serta tentang prospek Semen Padang ke depan di kompetisi ini.

Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan via email, dan sudah dilakukan alih bahasa:

P: Anda kembali untuk musim kedua di Semen Padang, apa hal pertama yang ada di pikiran Anda tentang tim ini sekarang?

EA: Pada saat kami sedang mempersiapkan tim, ide kami adalah mencoba membuat tim yang bagus untuk menghadapi kompetisi. Kami harus merekrut pemain baru, karena hampir semuanya meninggalkan tim, sehingga perlu membuat tim baru. Dan saat yang sama kami bekerja dan berlatih agar siap ketika liga dimulai. Itulah satu-satunya fokus saya sekarang.

P: Tim seperti apa yang akan Anda bangun di kompetisi Liga 2 ini?

EA: Tentu saja tim kompetitif yang bisa bertarung untuk selalu memenangkan pertandingan. Kami membangun tim yang dengan sesuai dengan situasi pasar, karena kami terlambat bertindak dia pasar pemain. Seperti saya katakan, kami kehilangan banyak pemain, jadi kami berupaya merekrut pemain untuk musim baru untuk membuat tim yang kompetitif. Semangat yang bagus dan bisa memainkan sepakbola yang atraktif, itu selalu menjadi ide saya.

P: Liga 2 mungkin akan berbeda dari Liga 1, apa hal terpenting yang akan Anda lakukan?

EA: Ya, ini sedikit berbeda, sehingga kami harus menyesuaikan dengan cepat dan memahami kompetisi ini sedetail mungkin. Bagaimana kami bisa bersaing di liga 2 nanti, itu point yang paling penting.

P: Manajemen punya target Semen Padang kembali ke Liga 1, apakah cukup untuk mencapai target itu dengan persiapan satu bulan?

EA: Semuanya ingin, kami bekerja untuk menuju liga 1. Tentu saja, persiapan yang terlambat memang tidak bagus bagi kami dan sangat tidak membantu. Tetapi saya berharap kami dapat bersiap lebih cepat. Kami bekerja keras untuk ini. Pada saat sama kami membutuhkan banyak pertandingan ujicoba, agar benar-benar siap untuk Liga.
Selangkah demi selangkah, karena tim ini butuh waktu. Ini tim baru, kami perlu saling mengenal dan kami membutuhkan pertandingan ujicoba untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan kami. Untuk saat ini, hal terpenting adalah untuk tetap berada di posisi empat teratas di kompetisi nanti. Setelah itu mari kita lihat apa yang dibutuhkan tim di play off untuk melakukan promosi ke Liga 1.

P: Bagaimana dengan pemain Anda sekarang, cukup memuaskan Anda?

EA: Seperti yang saya katakan, pasar tidak lagi memiliki banyak pemain yang bisa direkrut. Tetapi pemain-pemain yang sudah kami temukan di pasar yang terbatas itu, menurut kami adalah yang terbaik. Jadi, pada saat ini saya puas dengan pemain yang ada. Mereka sekarang pemain Semen Padang, kami yang memilih, dan kami percaya pada mereka semuanya.

P: Kalau boleh tahu, siapa yang akan menjadi pemain kunci Anda?

EA: Tidak ada pemain kunci pada saat semua dimulai dari peluang yang sama. Hanya di pertandingan ke depan akan dapat ditentukan siapa pemain dengan kinerja yang lebih baik. Tapi saya pikir dalam sebuah tim, untuk menang kami membutuhkan semua pemain. Bahkan mereka yang bermain lebih sedikit, jika mereka tidak bermain tetapi tetap berlatih keras akan membantu tim untuk meningkat. Jadi bagi saya tidak ada pemain kunci. Semua pemain penting dalam tim.

P: Anda sudah mempelajari tim-tim yang akan jadi pesaing tim Anda di Liga 2?

EA: Saya sudah melihat satu atau dua pertandingan dari musim terakhir play off. Tim ini adalah tim level liga 1, jadi saya melihat level dulu tetapi belum mempelajari lawan. Kami fokus dalam mempersiapkan tim kami sekarang, setelah itu kita akan mempelajari kemungkinan lawan.
Kelemahannya tidak banyak siaran TV di liga 2 dan itu lebih sulit untuk mendapatkan informasi. Tetapi kami akan berusaha mendapatkan informasi semaksimal mungkin. Tetapi untuk melihat potensi tim kompetitor, hampir semua semua tim mengganti pemain. Belum ada tim yang lengkap, dan satu lagi pertandingan pra musim akan sangat berbeda dengan pertandingan resmi. Jadi, mari kita tunggu saja liga dimulai.

P: Anda menerima tawaran untuk kembali ke Semen Padang, apa yang membuat Anda tertarik?

EA: Saya menerima tawaran itu karena manajemen dan suporter mempercayai saya, jadi keputusan yang mudah untuk menerima tawaran agar tetap di Semen Padang. Saya merasa nyaman di Padang, di bench juga banyak yang membantu saya. Kami adalah teman dan cara ini lebih mudah untuk bekerja. Dan tentu saja itu adalah tantangan yang bagus mencoba membawa tim ini ke Liga 1 lagi.

P: Anda sangat disayangi suporter Semen Padang, semua orang menginginkan Anda kembali, komentar Anda?

EA: Luar biasa, saya tidak punya kata-kata untuk menjelaskan ini. Saya menghargai suporter, pendukung, dan orang-orang Padang. Saya pikir mereka benar-benar melihat saya bukan hanya seorang pelatih, tetapi seseorang orang yang mencintai sepakbola.

Sejak hari pertama saya berada di tim ini, mereka melihat tim meningkat dan ada komitmen semua orang dengan Semen Padang. Mereka tak hanya melihat hasil akhir, jadi saya pikir itu sebabnya saya senang disini. Saya tidak akan pernah melupakan Padang, suporter, pendukung, dan semua orang. Mereka tahu bagaimana saya bekerja tidak hanya fokus pada hasil.
Saya sangat senang untuk itu. Saat pertandingan kandang terakhir musim lalu, suporter meminta saya untuk tinggal, membawa bunga dan semua orang lingkungan tim juga seperti itu. Hari itu membuat saya langsung mengambil keputusan untuk tinggal di Padang. Saya ingin mengatakan sekali lagi terima kasih kepada semuanya. Saya tidak pernah tahu masa depan akan seperti apa, tetapi saya tahu Padang adalah tempat yang tidak pernah saya lupakan, mereka membuat saya seperti berada di rumah sendiri. (*)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top