Lifestyle

Waspada Diskon Abal-Abal Jelang Tutup Tahun, Ini Himbauan YLKI

Jakarta, Prokabar – Akhir tahun jadi ajang penawaran diskon besar-besaran yang dilakukan pusat perbelanjaan. Beragam tawaran seperti great sale, big sale, mid night sale, dan masih banyak lagi tawaran yang menggiurkan konsumen.

Diterpa banyaknya penawaran tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau kepada konsumen untuk cerdas dan waspada. Seperti himbauan yang diterima Prokabar.com, YLKI menuliskan tiga hal yang harus diketahui konsumen.

Pertama, lazimnya pemberian diskon dilakukan dengan cara menaikkan harga terlebih dahulu, lalu diberikan diskon/potongan harga. Jika hal ini yang terjadi maka layak disebut diskon palsu, alias diskon abal-abal. Lihatlah harga barang tersebut dengan kualitasnya. Kalau perlu dibandingkan dengan barang sejenis di tempat lain;

Kedua, konsumen juga sebaiknya waspada dengan strategi marketing, seperti “membeli dua, gratis satu”. Bisa jadi konsumen merasa lebih murah karena mendapatkan tiga item barang, tapi harga yang dikeluarkan untuk 2 item barang saja. Konsumen tidak sadar bahwa ini adalah jebakan. Karena konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak, dari rencana semula;

Ketiga, diskon diberikan tetapi untuk barang yang sudah old fashion, khususnya untuk produk sandang. Bahkan yang lebih ekstrim diskon diberikan karena barang tersebut ada cacat tersembunyi, misalnya sobek, kancingnya sudah lepas.. Bahkan pada batas tertentu diskon diberikan kepada produk makanan/minuman yang sudah mendekati kadaluwarsa.

Dari tiga hal yang wajib diketahui konsumer, YLKi berharap pada konsumen agar berhati-hati. Tertulis ada tiga perhatian yang diberikan YLKI untuk konsumen, pelaku usaha dan pemerintah, yaitu :

1. Sebaiknya konsumen tetap kritis dalam menyikapi harga barang yang diberikan diskon. Jangan sampai terperangkap dengan diskon abal-abal dan atau kualitas abal-abal pula;

2. Pelaku usaha seharusnya mengedepankan itikad baik dalam berbisnis. Jangan mengusung praktik dagang curang dan manipulatif. Memberikan diskon dengan menaikkan harga terlebih dahulu, adalah tindakan kriminal dan bisa dipidana, menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;

3. Seharusnya pemerintah, khususnya Kemendag dan atau Dinas Perdagangan, rutin melakukan market control untuk checking harga. Apalagi dalam momen hari raya, atau tutup tahun. Dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha/retailer yang nakal dan melanggar aturan. (beb)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top