Waduh, Pasca Teroris Muncul Travel Advice, Sumbar Bisa “Sepi”

Penulis -

Kamis, 17 Mei 2018 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Nah. Bom-bom teroris mulai berdampak buruk. sejumlah negara asing menerbitkan imbauan perjalanan (travel advice) ke Indonesia bagi warga negaranya pascaserentetan aksi terorisme. Wisman ke Sumbar yang tak sebarapa akan semakin menciut bagai ekor tikus.

‘Bisa bangkrut kami,” kata sejumlah operator wisata di Padang, kamis (16/5)

“Travel advice itu imbauan bukan larangan, tetapi imbasnya tentu akan ada untuk jumlah kunjungan wisata. Hanya saja kita berharap imbasnya tidak terlalu besar karena selama ini Sumbar relatif aman,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Sumbar dari Malaysia 10.235 orang dari Januari hingga Maret 2018. Kemudian, disusul Singapura dengan 909 orang dan Australia dengan 380 orang.

Foto antara sumbar

Diharapkan selepas lebaran jumlah kunjungan wisatawan dari tiga negara itu bisa meningkat. Sayangnya, tiga negara itu termasuk dalam 14 negara yang mengeluarkan imbauan perjalanan sehingga dikhawatirkan target jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumbar bisa menurun.

“Kita belum bisa prediksi apakah turunnya signifikan atau malah tetap. Kami akan memantau informasi dari Angkasa Pura terkait dampak imbauan perjalanan ini,” kata dia.

Namun biasanya saat Ramadhan, pariwisata memang agak lesu. Kunjungan menurun termasuk dari luar negeri karena sebagian wisatawan juga melaksanakan ibadah puasa.

Hanya saja momen itu juga bisa dimanfaatkan jika pelaku usaha perjalanan wisata jeli, yaitu dengan menawarkan paket religi dengan harga yang ersaing.

Terkait imbauan perjalanan itu Oni mengatakan Pemprov Sumbar bersama pelaku usaha wisata akan berupaya untuk menginformasikan bahwa Sumbar relatif aman dari aksi terorisme sehingga wisatawan tidak perlu cemas untuk datang.

Sebelumnya sebanyak 14 negara mengeluarkan imbauan perjalanan ke Indonesia bagi warganya setelah aksi teror yang berantai.

Negara itu masing-masing Inggris, Polandia, Perancis, Irlandia, Swiss, Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina dan Brazil. (*/cpp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB