Wabup Agam Tinjau Lokasi Bencana, Perintahkan Penanganan Cepat

Penulis -

Selasa, 25 November 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, bersama rombongan yang terdiri dari Kalaksa BPBD, Kadis Sosial, Kadis PUTR dan Kadis Pertanian, meninjau langsung lokasi bencana hidrometeorologi di Nagari Koto Kaciak, Selasa (25/11).

Dalam kunjungan tersebut, Wabup menegaskan pentingnya penanganan cepat untuk menjamin keselamatan warga. Ia menginstruksikan pendirian dapur umum bagi masyarakat Nagari Koto Kaciak sebagai upaya memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.

Selain itu, Muhammad Iqbal juga memerintahkan agar relokasi segera dilakukan bagi masyarakat yang bermukim di area pinggir sungai yang rawan bencana susulan. Ia juga mengarahkan pendirian tenda darurat dan menekankan bahwa penyelamatan jiwa adalah prioritas utama.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Di Nagari Paninjauan, salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang. Di lokasi ini, Wabup langsung melakukan koordinasi lapangan.

Ia bahkan menghubungi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V), Naryo Widodo, melalui sambungan seluler saat berada di lokasi bencana Paninjauan. Menyampaikan permintaan bantuan alat berat guna percepatan penanganan material dan pembukaan akses yang tertutup.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Adapun dampak kerusakan yang teridentifikasi di Nagari Paninjauan meliputi 2 titik jalan tertutup material, 3 kolam renang tertimbun, Sawah/ladang ±5 Ha tertimbun, 3 saung kolam renang, satu café tertimbun, Kolam ikan pembibitan satu hektar tertimbun material longsor dan akses air bersih putus total ke rumah-rumah warga.

Wabup menegaskan OPD terkait akan segera melakukan pendataan menyeluruh dan langkah pemulihan prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi terpadu serta kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Penanganan cepat adalah prioritas, terutama untuk keselamatan masyarakat. Pemerintah daerah akan bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan infrastruktur segera dipulihkan,” ujarnya.

Dengan peninjauan langsung dan koordinasi intensif ini, pemerintah daerah berharap penanganan bencana dapat berjalan efektif, terarah, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB