Upaya Cegah Stunting, BKKBN Gencar Terapkan Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja

Penulis -

Sabtu, 1 Mei 2021 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Indonesia menjadi negara ke lima dengan angka stunting tertinggi di dunia. Terhitung 27 persen dari toleransi yang ditetapkan PBB sebesar 20 persen.

Melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Presiden Jokowi memercayakan penanggulanan stunting di Indonesia. Harapannya tiga tahun ke depan, penekanan angka hingga 14 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris di acara Sosialisasi, Advokasi dan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Hotel Novotel, Jakarta, Jum’at (30/4) lalu.

“Artinya bila merujuk kepada Perpres, setiap tahunnya target penekanan stunting sebanyak 3,5 persen selama tiga tahun ke depan. Ini menjadi bahan untuk kita semua agar Indonesia terbebas dari stunting,” ucap Charles membuka perbincangan.

Hadir dalam acara ini Kepala Bidang PK2 Dinas PPAP Provinsi DKI Jakarta, Drs Ibnu Sholeh, MSi dan Plt. Deputi ADPIN BKKBN, Dr. Ir Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com.

Menurut Dwi Listyawardani, BKKBN tengah gencar menerapkan program Bangga Kencana. Yaitu Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana.

“Merencanakan kehidupan dengan sebaik-baiknya. Kekhawatiran generasi yang dilahirkan kurang cerah dan kurang baik. Faktornya adalah gizi buruk yang terjadi sejak dalam kandungan, terhitung seribu hari kehidupan,” jelasnya.

Dalam program Bangga Kencana, wanita yang akrab disapa Dani ini menjelaskan bila BKKBN akan melakukan pendampingan secara menyeluruh.

“Kita akan melakukan pendampingan mulai dari calon pengantin tiga bulan sebelum menikah harus terdaftar sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan. Sekaligus kita memberikan penyuluhan tentang persiapan kehidupan berkeluarga,” bebernya.

“Kita juga melakukan pendampingan kepada ibu hamil. Jadi ibu hamil memeriksakan kesehatannya, kalau ada gangguan akan segera tertangani,” tambahnya lagi.

Sebagai pesan kepada masyarakat, Dani menyampaikan empat hal penting yang harus diperhatikan.

“Jangan terlalu muda untuk menikah dan hamil minimal 21 tahun. Jangan terlalu tua diatas 35 tahun, jangan terlalu banyak dan rapat (jaraknya 3 tahun),” pungkas Dani. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB