Maninjau, Prokabar.com – Dampak manfaat Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) milik Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Maninjau semakin terasa pada taman kanak-kanak kawasan Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Setelah kunjungan dari Taman Kanak-kanak Muhammadiyah – Aisyiyah Maninjau berkunjung, kini giliran Taman Kanak-kanak Kembang Melati dari Sungai Rangeh, Nagari Bayur hadir panen tomat, beberapa waktu lalu.
SAE merupakan tempat pembinaan warga binaan, untuk belajar ilmu atau teknik bertanam buah dan sayur mayur pola polybad dengan lahan terbatas. Pengembangan potensi sekaligus mendukung program Pemerintah Pusat terkhusus di Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan RI mendapat sambutan masyarakat dan dunia pendidikan.
“Kami akan terus berinovasi untuk mengembangkan potensi yang ada. Mendukung Ketahanan Pangan semakin kuat dan mandiri. Tentunya terus menjalin kerjasama dengan semua pihak, sukses bersama mensejaherakan masyarakat,” ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno kepada Prokabar.com, Senin (3/11).
Setelah TK Muhammadiyah dari Nagari Maninjau, kehadiran TK Kembang Melati turut hadir sebagai tamu kedua yang bermain sambil belajar berkebun pola polybad.
“Sebanyak 12 anak-anak beserta 4 orang guru pendamping dari TK Kembang Melati Bayur datang ke Sarana Asimilasi Edukasi kita. Dengan sangat senang hati, kami layani sebaik-baik mungkin, sehingga anak-anak kita merasakan langsung bahagianya berkebun dan bertanam buah atau sayur.” terangnya.
Hal ini membuktikan tidak ada alasan bertanam dengan sedikit atau lahan terbatas. Jika ada niat yang kuat serta kegigihan dan inovasi, semua dapat terwujudkan. “Kita harap terobosan yang kita lakukan, menjadi contoh dan bermanfaat sebagai peluang usaha pada masyarakat Selingkar Danau Maninjau.” tutup Kepala Rutan Maninjau, Joko Prayitno. (rud)
















