Tingkatkan Kemampuan Pecinta Alam Sumbar Dilatih Tanggap Darurat Bencana

Penulis -

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pecinta alam dapat berdampak lebih besar di tengah masyarakat selain aktivitas rutin mendaki gunung, kemping atau pun menjaga kebersihan alam liar. Salah satunya adalah berperan dalam setiap terjadinya bencana. Minimal tanggap darurat bencana saat penanggulangan bencana.

Ini disuarakan Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Ketua DPRD Sumbar di sela penutupan Kemah Bakti Pecinta Alam se Sumbar akhir pekan kemarin (19/7), di Lumin Camp, Koto Tangah.

Giat kedua secara berturut-turut sejak 2025 ini, merupakan kerjasama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat bersama KPA Bias. Bertujuan agar Pecinta Alam tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bertahan di alam bebas, namun juga lebih daripada itu. Seperti dapat juga membantu instansi terkait dalam penanggulangan bencana yang memang Sumbar dikenal sebagai provinsi ‘supermarket’ bencana.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kegiatan ini bukan sekedar kemah bakti pecinta alam agar saling mengenal dari berbagai daerah di Sumbar semata, namun lebih daripada itu, peserta juga dapat berperan lebih di kemudian hari, minimal dalam tanggap darurat bencana saat bencana alam terjadi Sumatera Barat, “sebut Evi Yandri Rajo Budimnan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ketua KPA Bias selaku panitia juga menegaskan, banyak yang didapat oleh peserta, salah satunya bagaimana manajemen waktu dan kedisiplinan, hingga teknik save and rescue. Mengingat pemateri memberikan contoh dan peserta mempraktekkannya dalam penanganan bencana. Mulai dari upaya pencarian korban, hingga evakuasi korban bencana.

“Kami juga akui melalui whatsapp group, saat bencana terjadi pada November – Desember lalu, para peserta di berbagai daerah, sudah mulai melakukan langkah langkah nyata penanggulangan bencana, mulai dari pendirian posko, pengiriman bantuan hingga trauma healing. Kami harapkan juga dapat berperan lebih dari itu, usai menerima pelatihan selama tiga hari ini, ” urai Khalid Saifullah ketua panitia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Salah satu peserta dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyebutkan, yang membuat dirinya berkesan selama pelatihan adalah navigasi, dimana peserta diberikan praktek langsung bagaimana proses pencarian korban bencana. (Adh)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB