Tim Gizi KKHI Jamin Makanan Untuk Jamaah Haji Yang Sakit

Penulis -

Selasa, 24 Juli 2018 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes mengatakan, selama penyelenggara ibadah haji di Mekkah dan Madinah tidak boleh ada jemaah haji yang tidak dapat makan di klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Apakah itu pasien rawat inap ataupun pasien yang hanya mampir di IGD.

Makanan jemaah haji sakit diberikan tiga kali sehari dengan dua kali snack selama pasien dirawat. Pemberian makanan dan snack serta minuman kesehatan dilakukan selama operasional haji kurang lebih 76 hari.

“Pasien tidak dipungut biaya sepeser pun. Semuanya berasal dari dana APBN Kemenkes,” jelasnya.

Untuk memenuhi makanan pasien jemaahn haji ini, Tim Gizi KKHI telah menyiapkan makanan sesuai dengan kondisi pasien. Selain menyiapkan makan, tim gizi juga menyuapi pasien bila diperlukan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

”Pasien jemaah haji yang masuk rata-rata tidak ada pendampingnya, maka untuk meningkatkan asupan, kami bantu. Kami turun tangan membantu menyuapi. Pasien sebenarnya mau makan, itu terbukti dengan mereka menghabiskan semua makanannya ketika disuapi,” kata petugas Gizi KKHI Madinah Sri Rezeki.

Ia menambahkan, intervensi yang diberikan ini tujuannya adalah agar jemaah haji segera pulih dan dapat segera kembali ke pondokan.

“Kami membantu dalam memberikan makan bagi pasien yang tidak mampu melakukan sendiri. Pada saat menyuapi pasien ini dimanfaatkan untuk melakukan edukasi. Misalnya pada pasien diabetes, sebenarnya semua makanan boleh dimakan, yang penting porsi tidak boleh lebih dan jam makan tidak boleh lewat. Bila tidak diatur maka akan menimbulkan kenaikan gula,” kata Sri.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ia juga mengimbau agar jemaah yang makan, jangan asal kenyang. Jemaah perlu makanan dengan gizi seimbang, karena setiap zat gizi punya fungsi masing-masing yang harus dipenuhi. Bila tidak, maka berisiko akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

“Selain itu perbanyak konsumsi makanan yang banyak kandungan serat dan airnya. Untuk makanan ringan dapat dikonsumsi seperti puding,” katanya.

Sementara itu, bagi jemaah haji yang membawa makanan dari Tanah Air perlu memperhatikan jenis makanan yang dibawa dan riwayat penyakitnya. Seperti bagi penderita hipertensi harus membatasi konsumsi mie instan dan kecap yang tinggi natriumnya dan juga berpengawet.

“Sebaiknya mereka memilih bahan makanan yang alami. Namun bagi jemaah yang sehat, tidak masalah membawa bekal seperti ini,” kata Sri.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Jemaah juga diingatkan untuk tetap makan tiga kali sehari. Banyak minum air putih dan konsumsi sayur. Pada katering yang disediakan untuk jemaah, tertera ada batasan waktu. Untuk makan siang batas akhir dikonsumsi adalah pukul 15.00 WAS, sementara untuk makan malam dibatasi sampai pk. 22.00 WAS. “Bila sudah lewat waktu sebaiknya jangan dikonsumsi. Khawatir akan tumbuh bakteri,” tambah Sri.

Tim Gizi di KKHI Madinah selain bertugas dalam pelayanan makanan jemaah haji sakit, juga memberikan pelayanan makanan bagi petugas kesehatan, baik petugas di KKHI, di Bandara, dan petugas di sektor-sektor. Petugas jangan sampai sakit. Gizinya juga harus diperhatikan.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB