Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Tentukan Awal Ramadhan, Tariqat Syatariyah Ulakan Jum’at Sore Melihat Bulan

Dibaca : 252

Padang Pariaman, Prokabar – Menentukan awal Ramadhan 1441 hinjriyah, Jama’ah Tariqat Syatariyah yang berada di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman Jum’at sore mulai melihat Bulan.

“Jika sore nanti, bulan sudah nampak, maka seluruh Jama’ah Tariqat Syatariyah akan berpuasa pada hari sabtunya,” ungkap Walinagari Ulakan Syofyan saat diwawancarai Prokabar, Jum’at (24/4).

Walinagari Syofyan menyebut, Jama’ah Tariqat Syatariyah berbeda dengan pemerintah yang sudah menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriyah jatuh pada jum’at ini, sehingga seluruh Umat Islam yang mengikuti Pemerintah sudah Berpuasah. Lain halnya dengan Jama’ah Tariqat Syatariyah di Daerah Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, dimana jum’at sore mereka baru akan melihat bulan.

”Iya benar, bahwa pemerintah Nagari bersama Ulama Tariqat Syatariyah Ulakan, sudah sepakat bahwa jum’at sore akan dilakukan melihat bulan yang akan dilaksanakan dikawasan pantai ulakan, berada tidak jauh dari Makam Syekh Burhanuddin. Jika sore nanti bulan sudah nampak, maka seluruh Jama’ah Tariqat Syatariyah akan berpuasa pada hari sabtunya,” sebut Syofyan.

Hal yang sama juga diungkapkan Qadi Nagari Ulakan Ali Amran, Ulama Tariqat Syatariyah itu menyebut, Untuk meihat bulan, akan dihadiri oleh seluruh Ulama Tariqat Syatariyah di Daerah itu. Selain di Pantai Ulakan, upaya melihat bulan juga dilakukan didaerah Tandikek dan Daerah Koto Tuo, Bukittinggi oleh Jama’ah Tariqat Syatariyah. Jika disalah satu tempat itu sudah menampakan bulan, maka ulama akan melakukan sidang serta melakukan sumpah kepada orang yang pertama melihat bulan, sebelum awal Ramadhan ditetapkan.

”Untuk melihat Bulan ada beberapa Lokasi, jika disalah satu lokasi itu menampakan Bulan maka ulama akan melakukan sidang serta melakukan sumpah kepada orang yang pertama melihat, sebelum awal Ramadhan ditetapkan. Melihat bulan kali ini berbeda dari sebelumnya, dimana melihat bulan dilakukan sesuai Protokol Covid 19, seperti mengatur jarak dan memakai masker,” ungkap Ali Amran.

Lebih jauh Qadih Nagari Ulakan Ali Amran menambahkan, bagi Jama’ah Tariqat Syatariyah mereka meyakini bahwa untuk menentukan awal Ramadhan yakni dengan melihat bulan dengan mata telanjang. Jika bulan sudah nampak baru Jama’ah Syatariyah akan berpuasah, namun jika bulan tidak nampak pada hari itu maka akan dilakukan dengan bilangan lain yakni bilangan Khamsiyah menyempurnahkan Sa’ban 30 hari.(syh)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top