Padang, Prokabar – Nalayan FC kembali berlayar dalam lanjutan Grup A Liga Askot PSSI Padang Sabtu (27/8), sore.
Anak asuh Hutri dan manajer Fadly A Rahman ini berhasil mematahkan sayap Rajawali, yang juga menjadi salah satu Tim Favorit di Grup A Liga Askot.
Skor 3-1 yang diraih Nalayan didapat melalui perjuangan ekstra keras, mengingat Rajawali yang diasuh Johan Syafril mampu memberikan perlawanan ketat sejak pluit kick off babak pertama dibunyikan.
Saling serang dari kedua kesebelasan sepanjang babak pertama, belum membuahkan hasil hingga turun minum, dimana skor bertahan kacamata.
Baca Juga : Persekon Raih Kemenangan Perdana di Liga Askot 2022
Di babak kedua, Nalayan membuka keunggulan melalui tendangan parabola dari bek kanannya Edo Multivano.
Tendangan pemain bernomer punggung 13 dari sisi kiri pertahanan Rajawali, melambung melampaui jangkauan kiper Rajawali dan masuk ke sudut kanan atas kiper Rajawali, Skor 1-0 untuk Nalayan.
Selanjutnya, Rajawali mampu menyamakan kedudukan, melalui tendangan penalti. Penalti mampu dikonversi dengan baik oleh penendang dari Rajawali ke sudut kiri kiper Nalayan.
Upaya kiper yang berhasil menebak arah bola, belum membuahkan hasil karena laju bola lebih keras ke sisi kiri bawah kiper.
Keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti sempat menyulut emosi para pemain Nalayan yang beranggapan kaki bek kanan Nalayan menyentuh bola terlebih dulu.
Protes keras dilontarkan oleh Kiper dan Bek Tengah Nalayan, namun wasit bergeming dan kukuh pada keputusannya.
Pelatih Nalayan pun sempat memasuki lapangan memprotes keras keputusan wasit.
Banyaknya pelanggaran sebelumnya yang dilakukan pemain Rajawali tanpa berbuah kartu oleh wasit, ditengarai jadi penyebab protes keras tim Nalayan.
Kedudukan 1-1 membuat pemain Nalayan tampil kesetanan menyerang lini pertahanan Rajawali.
Alhasil sebuah sepakan cannon ball dari Bek Kanan Nalayan Edo Multivano dari jarak kurang lebih 30 meter mampu mengoyak sisi kanan atas jala kiper Rajawali. Skor pun berubah 2-1.
Jelang berakhirnya babak kedua, satu gol tambahan berhasil dilesakkan pemain sayap kanan pengganti, Gibran Tito.
Melalui umpan terobosan, Gibran yang lolos dari perangkap offside mampu melesakkan bola melampaui jangkauan kiper Rajawali, saat berada pada posisi one on one, ke sudut kiri bawah gawang Rajawali. Skor pun kembali berubah menjadi 3-1, yang bertahan hingga pluit akhir dibunyikan.
Secara umum, dengan memainkan gelandang yang cukup atraktif, permainan Nalayan cukup menghibur penonton yang melihat langsung di lapangan Porkab Nanggalo di kawasan surau gadang, kecamatan Nanggalo.
Kemenangan ini membuat Nalayan memimpin puncak klasemen Grup A Liga Askot PSSI Padang dengan 12 poin dari empat kali bertanding.
Sementara satu poin hasil seri dengan PS Machudum’s, tidak lagi dihitung, mengingat tim legendaris di Kota Padang tersebut, telah mengajukan pengunduran diri dari Liga Askot PSSI Padang musim ini. (adh)
















