Jakarta, Prokabar – Menjadi seorang aktor profesional jadi dambaan setiap artis peran. Termasuk Deva Mahenra yang berusaha mendalami karakter di setiap film yang dimainkannya. Pria kelahiran 19 April 1990 ini ditantang memerankan karakter ustad di film ’99 Nama Cinta’.
Film produksi MNC Pictures ini mempercayakan peran seorang ustad bernama Kiblat. Deva akan beradu akting dengan Acha Septriasa (berperan sebagai Talia) di film karya sutradara Danial Rifki.
”Ini film ketiga sama Acha. Kita aslinya berteman lama, semenjak dia tinggal di Australia komunikasi hanya lewat sosmed. Baru kali ini bertatap muka langsung dengan Acha,” terang Deva ketika ditemui Prokabar.com belum lama ini.
Ketika mengetahui dipasangkan dengan Acha Septriasa, Deva mengaku lega karena diantara mereka terbangun chemistry dengan cepat.

”Chemistry sama Acha gampang banget karena dia orangnya ekstrovert sangat terbuka, ngobrol dan diskusi banget dan kami sebagai aktor kita butuhin itu. Karena kita harus percaya satu sama lain kalau sudah itu memainkan karakter makin mudah. Saya sama Acha itu termasuk yang mudah ngobrol, kita bisa membahas topik apa pun,” puji Deva.
Cerita film yang diangkat dari skenario sineas Garin Nugroho ini, Deva mengaku kemampuan mendalami karakter bertambah. Baginya setiap karakter dimainkan harus berbeda dengan film sebelumnya.
”Kalau saya selalu siap mau karakter apa saja tapi karena tawarannya itu repentitif. Jadi akhirnya saya dengan tim bagaimana kita menyeleksi kemudian memilih supaya penonton Indonesia bisa melihat sesuatu yang beda. Kalaupun sama tapi ada yang baru lah setiap filmnya,” akunya.
”Meskipun cerita yang ditawarkan bagus tapi kalau secara karakter, genre masih sama dengan yang terakhir malah anggapan orang stereotip bila Deva hanya punya karakter itu itu saja. Saya sebagai aktor ini adalah ruang untuk saya belajar banyak karakter, genre yang berbeda. Mengisi kekosongan informasi saya,” tambahnya lagi.
Menghidupkan karakter Kiblat, Deva telah melakukan banyak riset termasuk mempelajari apa yang tidak ada dalam dirinya.

”Peran Kiblat, riset itu pasti bagaimana pun Kiblat yang menghidupkan adalah deva Mahenra. Harus diambil yang sama antara Deva sama Kiblat, kalau sudah dapat kita pakai. Tapi apa yang tidak ada di Deva, nah itu yang harus aku pelajari,” jelas Deva.
”Saya sudah riset mencari sosok sosok yang kira-kira yang bisa menjadi acuan dan cukup banyak selain itu lebih banyak baca diskusi sama sutradara,” ujar Deva menambahkan.
Pelajaran apa yang didapat Deva selama mendalami karakter Ustad Kiblat?
”Setiap pribadi saya rasa ingin menjadi yang terbaik. Kalau dibandingkan dengan saya, Kiblat jauh lebih baik. Saya justru banyak belajar dari Kiblat ini. Mudah-mudahan peran ini bisa memotivasi saya untuk memanusiakan diri lebih baik lagi,” aku Deva yang kini gemar membaca buku tentang agama. (beb)
















