Jakarta, Prokabar – Penyanyi jazz Dira Sugandi tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat behind the scene video klip Cahaya Dalam Sunyi. Air matanya tak terhenti saat melihat dirinya bertakbir di dalam studio.
Tangis Dira membuat penyanyi yang terlibat dalam QuranIDproject ikut terharu dibuatnya. Apalagi di acara launching lagu dan video klip ini dihadiri komunitas Tuli.
“Kalau saya boleh bilang selama perjalanan karir saya sebagai penyanyi, ini projek pertama yang sangat-sangat menguras air mata,” ucap Dira sambil mengusap air matanya.

Wanita kelahiran 29 Juli 1979 ini teringat akan hidupnya di dunia ini. Dira mempertanyakan keberadaannya selama ini, apakah sudah bermanfaat bagi orang di sekitarnya.
“Saya tuh sering mempertanyakan keberadaan saya di dunia ini. Apakah hidup saya sudah bermanfaat buat orang di sekitar,” akunya saat ditemui Prokabar.com di Ciputra Artpreneur, belum lama ini.
Dira mengaku bila hidupnya terasa kosong dan hampa. Ketiadaannya ini membuat Dira semakin tak menentu.
“Saya rasa saya nggak punya apa-apa. Saya nggak punya uang banyak, saya nggak punya yayasan, saya nggak punya pegawai-pegawai,” sebutnya.
Hingga akhirnya hati Dira terketuk saat QuranIDproject mengajak berkontribusi untuk komunitas Tuli.
“Jadi saya terima kasih banget teman-teman dari QuranIDproject yang membuat saya merasa, wah ternyata hidup saya itu punya arti juga buat orang lain,” ucap syukurnya.
Dira merasa kekosongan hatinya seakan terisi. Mulai dari tawaran hingga rampungnya video klip untuk komunitas Tuli, air matanya terus mengalir.
“Dari pertama kali demo itu dikirim ke aku, aku dengerin itu aku nangis. Berada di studio, rekaman aku nangis lagi. Pertama bagian takbir itu berkali-kali susah banget,” kenang Dira.
“Lagunya sudah jadi dikirim dan nangis lagi. Lalu dikirim behind the scene nya nangis lagi. Tadi di rumah sebelum berangkat ke sini dikasih video klip, nangis lagi. Jadi mudah-mudahan air mata ini bisa mengurangi dosa nggak ya,” tambahnya lagi.

Ia pun berharap keterlibatannya ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya dan bermanfaat bagi komunitas Tuli.
“Mudah mudahan projek ini membawa berkah buat kita semua terutama buat diri saya. Bisa belajar terus dan menambah manfaat diri saya untuk orang lain,” harapnya. (beb)
















