Supardi : Payakumbuh Gudangnya Konten Kreator

Penulis -

Senin, 28 November 2022 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi, ketika membuka kegiatan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di Cafe Agam Jua Alt & Culture, Kota Payakumbuh, menyebut saat ini Kota Payakumbuh merupakan gudangnya tim kreator di Sumatera Barat, Minggu (27/11) pagi.

Supardi menyebut, anak-anak muda yang bergerak dalam tim konten kreator merupakan sebuah kekuatan besar bagi pertumbuhan dan perkambangan Kota Payakumbuh kedepan.

“Payakumbuh gudangnya tim kreator. Kekuatan besar kita itu ada disini. Kedepan kita jadikan Kota Payakumbuh sebagai kota digital tempat berkumpulnya tim kreator di dunia,” sebut Supardi, yang digadang-gadang bakal menjadi calon kuat WaliKota Payakumbuh pada Pemilukada 2024 mendatang.

Politisi Gerindra Sumbar ini menyebut, keindahan potensi alam Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota cukup banyak yang dapat dimunculkan melalui tim-tim kreator.

Dengan begitu potensi alam ini dapat dikelola menjadi tempat wisata baru dan sumber ekonomi baru di daerah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Banyak potensi alam terutama dibidang pariwisata yang bisa diangkat dan dijadikan konten, sehingga orang luar melihat bahwa potensi itu bisa menjadi tempat destinasi baru dan sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Contoh Maek, itu sudah dilirik orang Eropa. Dengan menhirnya. Maek itu tempat bertemunya 7 muaro. Katanya, dapat mengobati penyakit. Jadi destinasi dunia sebenarnya di Maek, Lima Puluh Kota,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Supardi juga menyinggung beratnya tugas KPID Sumbar kedepan. Dirinya, bercerita bagaimana kemajuan teknologi melesat begitu kencang dan cepat.

Desa-desa saat ini sudah terjangkau dengan internet dan Dua sudah bisa diakses dengan mudah dari kampung-kampung.

“Dulu waktu saya kecil yang ada hanya TVRI, tidak berapa lama muncul TV swasta seperti RCTI, SCTV, MMC dan banyak lagi, sontak semuanya berubah drastis. Dan hari ini sudah masuk TV digital, analog akan ditinggalkan, jadi begitu deras mengalir kemajuan teknologi,” sebutnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain Supardi, tampak hadir pada kegiatan Deseminasi Sumbar Siap Menuju Siaran Digital, Komisioner KPID Sumbar, Baldi Pramana, Dasrul, Edra Mardi, Eka Jumiati, Robert Cenedy, Ficky Tri Saputra, dan Rahmadi Sutrisno. Dan puluhan peserta dari penggiat konten kreator, dengan menghadirkan pemateri Ketua IJTI Sumbar, Defri Mulyadi dengan materi “Peluang dan Tantangan Siaran Televisi Digital di Indonesia”.

Ketua KPID Sumbar Rahmadi Sutrisno dengan materi “Analog Switch Off (ASO), Saatnya Beralih ke Siaran Digital’. Kemudian, Samaratul Fuadi dengan materi ”Partisipasi Masyarakat Menyonsong Televisi Digital”. Komisioner KPID Sumbar Baldi Pramana, dengan materi ”Penyiaran Digital Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Lokal”, terakhir Robert Cenedy dengan materi ”Membangun Ekosistim Penyiaran Televisi Indonesia”.

Wakil Ketua KPID Sumbar Eka Jumiati, menyebut KPID terus gencar melakukan sosialisasi peralihan TV Analog ke-Digital. Namun, dirinya menyebut, harusnya penerapan sudah berlangsung sejak 2 November 2022 lalu.

“Secara aturan sudah harus dilakukan sejak 2 November 2022 lalu. Tapi secara infrastruktur masih terkendala, namun sudah berjalan untuk 11 kabupaten kota di Sumbar,” sebutnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dia menyebut, sosialisasi terus dilakukan ke berbagai elemen masyarakat dalam upaya menjalankan amanat UU. Sehingga, peralihan dari TV Analog ke-Digital ini benar-benar diketahui oleh seluruh masyarakat.

“Sosialisasi sudah dan terus dilakukan keberbagai elemen masyarakat,” sebutnya.

Ketua IJTI Sumbar Defri Mulyadi, meminta KPID terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait peralihan dari TV Analog atau ASO, kepada masyarakat.

“Kita melihatnya masih minim sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Ini perlu dilakukan sehingga program ini benar-benar berjalan baik. Kemudian sebagian masyarakat yang sudah dapat set top box (STB) di Lima Puluh Kota tetapi tidak ada siaran.

“Ini juga jadi perhatian juga bagi pihak terkait dimana di tempat-tempat tidak ada sinyal, juga bisa didapatkan siarannya,” sebut Imung, panggilan beken Defri Mulyadi. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB