Suir Syam: Lawan Covid-19 dengan Daya Tahan Tubuh

Penulis -

Jumat, 25 Juni 2021 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar – Kendati Covid-19 merupakan virus yang sifatnya bisa sembuh tanpa diobati, namun tetap saja banyak yang meninggal. Penyebab utamanya karena adanya penyakit bawaan, serta imun tubuh yang sangat kurang.

Demikian dikatakan anggota DPR RI Komisi IX, dr. Suir Syam, M.Kes. MMR dalam Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Era Pandemi Covid-19, Jumat (25/6) di Gedung M. Syafei.

“Melawan Covid-19 ini adalah dengan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh kuat, maka tidak akan terkena Covid-19,” ujarnya dalam acara yang digelar bersama Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI ini.

Dikatakan mantan wali kota Padang Panjang dua periode itu, pemerintah telah menyediakan vaksin untuk upaya pencegahan penyebaran virus ini. Masyarakat diminta tidak perlu takut untuk divaksinasi.

“Tenaga kesehatan serta dokter saja mau untuk divaksinasi. Jika vaksin tidak baik, kenapa dokter sama tim medis mau divaksin? Dari situlah kita bisa ambil kesimpulan kalau vaksin ini baik,” tuturnya.

Ditambahkan Koordinator Subdit Yankestrad Komplementer Kemenkes, dr. Gita Swisari, MKM, untuk pengobatan dan hal yang perlu dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, tetap patuhi protokol kesehatan, banyak konsumsi buah dan sayur, serta perkuat imun tubuh.

“Penularan Covid-19 ini berbagai macam. Di antaranya melalui droplet, bersin, batuk, bersentuhan, berjabat tangan, menyentuh benda yang kemudian kita sentuh pula mulut, hidung atau mata,” terangnya.

Gita mengajak untuk tidak lupa mengonsumsi pengobatan herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Seperti mengonsumsi jahe, temulawak, kunyit dan meniran.

“Apabila kita sudah terkena Covid-19, untuk mengurangi gejala batuk dan pilek, minum kencur. Apabila sakit kepala, pakai bawang putih, sulit tidur biji pala ada untuk obatnya dan mual konsumsi jahe. Jika semua itu kita lakukan, insyaa Allah kita akan terhindar dari Covid-19. Jangan lupa untuk melakukan vaksinasi karena vaksin merupakan penambah daya tahan tubuh,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota, Drs. Asrul saat membuka acara ini mengapresiasi kegiatan sosialisasi untuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ini.

“Perilaku hidup sehat ini yang kita terapkan saat pandemi. Wabah Covid-19 mengajarkan kita betapa kesehatan itu mahal harganya. Maka mari jaga kesehatan, imunitas dan patuhi prokes,” imbaunya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB