Stok Beras Menumpuk, Ini Harapan Presiden

Penulis -

Kamis, 10 Januari 2019 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri melihat secara langsung stok bahan pokok, terutama beras, di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1).

Menurut Presiden, dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, stok kita tahun ini memang meningkatnya. Jika biasanya di akhir Desember itu sekitar 700.000 sampai 800.000 ton, namun di akhir Desember 2018 ini stok beras di Gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton. Sebuah stok yang menurut Presiden memang besar.

“Kalau kita lihat dulu, apa itu, kalau sudah Desember itu pasti segini (sambil memperlihatkan setengah tumpukan beras). Nah ini masih masih banyak sekali. Oleh sebab itu stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun,” kata Presiden Jokowi seraya menambahkan, sesuai info dari Kabulog dan pengecekannya di Cipinang memang sudah mulai tren turun, meski baru Rp50,00.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Presiden optimistis harga beras akan terus turun, selain karena dalam beberapa hari ini Bulog telah melakukan operasi pasar besar-besaran, stok yang banyak juga akan memberikan keyakinan kepada pasar, memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa setiap saat diperlukan Bulog siap stoknya.

“Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar yang bermain-main dengan harga. Nah ini kita tunjukkan bahwa stok itu memang ada dan memang banyak,” terang Presiden.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ditambahkan Presiden, sebentar lagi bulan Februari, bulan Maret sudah mulai masuk ke panen raya. Ini juga akan mempengaruhi suplai dari produksi lagi di lapangan.

Namun Presiden mengingatkan, kalau mau harga turun secara drastis gampangnya ya suplai saja semuanya ini ke pasar. Tapi ini akan membuat petaninya yang menjadi rugi.

“Keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar ini, yang harus dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah karena nanti petaninya juga akan menjerit,” tegas Presiden.

Mengenai impor beras yang mencapai 1,8 juta ton tahun 2018 lalu, menurut Presiden Jokowi, hal itu terkait masalah produksi. Kalau produksi memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor, karena kalau enggak harganya pasti akan naik.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Inilah fungsi Bulog,” tegas Presiden.

Ditegaskan Presiden Jokowi, pemerintah harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai, tambah Presiden, petani senang, masyarakat enggak senang. Jangan sampai, sambung Presiden, masyarakat senang, petaninya enggak senang.

“Kita menjaga keseimbangan, stok ini menjaga keseimbangan agar harga-harga itu betul-betul terkendalikan dengan baik,” terang Presiden.

Mengenai rendahnya serapan Bulog, Presiden menjelaskan, karena ini belum panen raya. Ia menyebutkan, dilakukannya operasi pasar juga dimaksudkan agar stok di Bulog semakin berkurang, sehingga pada saat panen raya nanti serapan Bulog terhadap beras dari gabah dari petani itu bisa dilakukan secara besar-besaran. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB