Palembang, prokabar – Pertandingan Sriwijaya FC vs PSMS Medan, Kamis (28/10) malam WIB, di Stadion Jakabaring Palembang, akan menutup putaran pertama di Grup A Liga 2 2021. Yang menarik, dua pelatih yang berduel adalah sahabat akrab, sama-sama jebolan Timnas Pra Olimpiade 1991.
Pertemuan Nilmaizar di kubu tuan rumah dan Ansyari Lubis yang akrab disapa Uwak di pihak PSMS, akan menjadi pertemuan pertama diantara mereka sebagai pelatih kepala di kompetisi resmi.
Terlepas dari siapa pelatih PSMS, Nilmaizar punya kenangan pribadi pernah menaklukkan tim Ayam Kinantan dari Medan ini dengan skor 3-1 di Stadion Pakansari, Bogor Jawa Barat.
“Kita belum ada ketemu dengan PSMS, tapi kalau saya waktu pegang PS TIRA main di Stadion Pakansari tahun 2018 menang 3-1.”ujar Nil.
“Tapi bukan Uwak pelatihnya waktu itu. Jadi, ini menjadi pertemuan pertama saya dengan Uwak baru di pertandingan nanti” ungkap Nil
Meski memiliki memori bagus dirinya pribadi dengan Uwak semasa di Timnas Pra Olimpiade 1991, namun Nil mengingatkan anak asuhannya untuk tidak lengah menghadapi PSMS yang tersohor nama besarnya.
Menurut Nil yang mantan Pelatih Timnas Indonesia, PSMS merupakan tim yang sangat luar biasa, punya pemain senior yang bagus, punya pemain-pemain yang bagus, punya kombinasi, pelatihnya juga bagus Ansyari Lubis mantan pemain nasional.
“Sekali lagi kita harus mewaspadai kekuatan mereka. Mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik buat Sriwijaya FC sehingga mendapatkan hasil yang bagus di laga penting ini,”kata pelatih 51 tahun itu.
Sementara, pelatih PSMS Medan, Ansyari Lubis tak ingin kecolongan poin di laga pamungkas menghadapi Sriwijaya FC. “Hari Kamis malam kita menghadapi Sriwijaya FC, kita sedikit latihan conditioning dan sedikit latihan tactical,” ungkap Ansyari Lubis.
Pelatih yang akrab disapa Coach Uwak ini membeberkan poin-poin mengantisipasi pertandingan laga kelima (laga terakhir) babak penyisihan pertama Liga 2 Indonesia grup A antara PSMS Medan vs Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (28/10/2021) pukul 20.30 WIB.
“Kita punya komitmen dengan pemain dan staf pelatih, setiap pertandingan Liga 2 Indonesia adalah final. Apalagi kita mengejar poin untuk lebih memudahkan langkah kita di putaran kedua,” kata Uwak.
Hingga kini setelah semua tim menyelesaikan laga keempatnya, Sriwijaya FC semakin kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 12 poin dari empat kali tanding belum terkalahkan.
Runner-up masih ditempati PSPS Pekanbaru dengan raihan 7 poin dari empat kali tanding. Di susul tempat ketiga PSMS Medan dan Semen Padang FC di tempat ke empat sama-sama mengantongi 5 poin hanya beda selisih gol.
KS Tiga Naga masih tertahan di posisi kelima dengan perolehan masih 2 poin. Posisi juru kunci masih ditempati Muba Babel United dengan hanya baru 1 poin.
Sepertinya banyak wejangan yang diberikan Coach Ansyari Lubis sebelum menghadapi Laskar Wong Kito asuhan Nil Maizar. Antara lain move-on dari kekalahan pada laga sebelumnya atas PSPS 0-1.
“Laga menghadapi Sriwijaya FC paling tidak anak-anak harus bisa melupakan kekalahan melawan PSPS. Gimana caranya mereka bisa melawan Sriwijaya FC untuk bisa bangkit.”tutup playmaker terbaik Indonesia era 1990-an itu.(*)
















