Setelah Mudik dan Pulang Kampung Mari Berdamai dengan Corona; Saatnya “Launching” Kartu Indonesia Bingung

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2020 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : mojok.co

Foto : mojok.co

Jakarta, Prokabar – Presiden Joko Widodo kembali bermain kata-kata yang bisa menimbulkan kebingungan, multitafsir, dan perdebatan. Namun, seperti biasanya presiden tetap rileks,  santai, dan seolah tak terjadi apa-apa  setelah mengeluarkan pernyataan.

Hanya para anak buahnya yang langsung tergopoh-gopoh dan ramai-ramai meluruskan ucapan Presiden.  Tapi tidak masalah, karena bagi anak buah Jokowi kalang kabut  seperti itu  sudah menjadi  kerja rutin layaknya.  Mengingat tak sekali dua kali pimpinan tertinggi itu membuat bingung orang satu bangsa dengan ucapan yang tak jelas.

Semua stafsus,  jubir,  menteri ,  para buzzer istana, bahkan para “cheerleaders”  yang senantiasa gentayangan di sosial media dituntut  siap selalu pasang badan untuk meluruskan jika sewaktu-waktu dirasa ada blunder.

Setelah beberapa waktu lalu penduduk negeri ini dibuat ngakak berjamaah oleh Jokowi dengan “perbedaan mudik dan pulang kampung”, kali ini presiden Jokowi kembali mengeluarkan pernyataan yang agak sastrawi. Presiden minta agar rakyat hidup “berdamai dengan virus Corona”  sampai ditemukannya vaksin yang efektif.

Namun, maksud pernyataan sang kepala negara jadi pertanyaan karena membingungkan. Jokowi menulis pernyataan tersebut di akun Twitter resminya @jokowi. Sejumlah netizen dan petinggi partai politik yang kerap kritis terhadap pemerintah pun mengkritik serta mempertanyakan makna pernyataan Jokowi.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Salah satunya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman yang mempertanyakan makna berdamai dengan virus. Ia meminta penjelasan Jokowi karena pernyataan itu dinilai multitafsir.

“Maaf pak @jokowi, apa makna “berdamai dg virus” itu? Mohon penjelasan. Kalau mau bikin kategorisasi, statemen ini masuk kategori: “pernyataan kalah perang?” Atau “sikap pasifisme?” Atau “kata2 filosofis?” Atau “kepasrahan krn ruwet?” Selamat ibadah Ramadhan pak, smg sehat selalu,” tulis Sohibul di akun Twitternya, @msi_sohibuliman yang dikutip pada Jumat, 8 Mei 2020.

Kritikan juga datang dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo. Ia heran pernyataan Jokowi soal warga berdamai dengan Corona justru diluruskan oleh jajaran anak buahnya di Istana.

Roy heran dengan karut marut pernyataan pemerintah di tengah pandemi Corona. Sebab, rakyat Indonesia saat ini sedang berjuang melawan Corona justru disuguhi pernyataan pemerintah yang tak fokus dan berubah-ubah.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Tweeps, Sekalilagi meski kita Kasihan kpd Pak@jokowi karena (lagi2) “diluruskan” Anak2 Buahnya, Tetapi harusnya Rakyat Indonesia yg lebih pantas dikasihani, Karena selalu kebingungan & Makin menderita ditengah COVID-19 akibat Karut Marut aturan yg Tdk Fokus, Esuk Dele Sore Tempe,” tulis Roy di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2 yang dikutip pada Jumat, 9 Mei 2020.

Ada juga netizen yang menilai pernyataan Jokowi soal berdamai sebaiknya jika pemerintah Indonesia sudah total menangani wabah Corona. Pun, muncul perbandingan kinerja pemerintah Indonesia dengan keberhasilan pemerintah Vietnam dalam mengatasi pandemi Corona.

Sebelumnya Politisi PKS, Mardani Ali Sera juga memberikan kritik atas kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi virus corona. Legislator Senayan tersebut mengusulkan pemerintah membuat Kartu Indonesia Bingung.

“Pemerintah segera keluarkan Kartu Indonesia Bingung. Nanti dimasukin tutorial cara mengatasi kebingungan,” kata Mardani di akun Twitter @MardaniAliSera.

“Di tengah pandemi corona, di luar negeri pemerintah bingung mikiran rakyatnya. Di Indonesia rakyat bingung mikirin pemerintahnya dan harus berjuang untuk survive sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sebelumnya, Ketua DPP PKS ini menyoroti kebijakan Kartu Prakerja yang diteken Presiden Joko Widodo. Dirinya bahkan mengusulkan kebijakan tersebut dibatalkan.

“Sangat bisa mas tapi karena ini program pemerintah, jadi kewenangan untuk membatalkan ada disana. Maka sejak awal saya menyuarakan untuk ubah target dan kegunaan disesuaikan dengan kondisi pekerja yang banyak ter PHK. Fokus social safety net. Tapi nampaknya pemerintah belum mau mengambil opsi tersebut,” jelas Mardani.

Tak hanya masalah kartu prakerja, Mardani juga menyoal kebijakan pemerintah terkait pemberian izin operasional transportasi umum. Mardani tampak heran dengan jajaran pemerintah yang terkesan saling bantah pernyataan soal pemberian izin operasional transportasi umum. Hal tersebut dinilainya akan membuat masyarakat bingung.

“Terus berulang saling bantah dan meluruskan istilah, padahal informasi deras tersebar. Mengelola negara kok seperti ini. Lagi darurat seperti ini, intruksi gak Jelas. Di bilang amatir, marah. Dikritik, gak terima. Terus mau dibilang apa ?” tulis @MardaniAliSera.(*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB