Jakarta, Prokabar – Presiden Joko Widodo kembali bermain kata-kata yang bisa menimbulkan kebingungan, multitafsir, dan perdebatan. Namun, seperti biasanya presiden tetap rileks, santai, dan seolah tak terjadi apa-apa setelah mengeluarkan pernyataan.
Hanya para anak buahnya yang langsung tergopoh-gopoh dan ramai-ramai meluruskan ucapan Presiden. Tapi tidak masalah, karena bagi anak buah Jokowi kalang kabut seperti itu sudah menjadi kerja rutin layaknya. Mengingat tak sekali dua kali pimpinan tertinggi itu membuat bingung orang satu bangsa dengan ucapan yang tak jelas.
Semua stafsus, jubir, menteri , para buzzer istana, bahkan para “cheerleaders” yang senantiasa gentayangan di sosial media dituntut siap selalu pasang badan untuk meluruskan jika sewaktu-waktu dirasa ada blunder.
Setelah beberapa waktu lalu penduduk negeri ini dibuat ngakak berjamaah oleh Jokowi dengan “perbedaan mudik dan pulang kampung”, kali ini presiden Jokowi kembali mengeluarkan pernyataan yang agak sastrawi. Presiden minta agar rakyat hidup “berdamai dengan virus Corona” sampai ditemukannya vaksin yang efektif.
Namun, maksud pernyataan sang kepala negara jadi pertanyaan karena membingungkan. Jokowi menulis pernyataan tersebut di akun Twitter resminya @jokowi. Sejumlah netizen dan petinggi partai politik yang kerap kritis terhadap pemerintah pun mengkritik serta mempertanyakan makna pernyataan Jokowi.
Salah satunya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman yang mempertanyakan makna berdamai dengan virus. Ia meminta penjelasan Jokowi karena pernyataan itu dinilai multitafsir.
“Maaf pak @jokowi, apa makna “berdamai dg virus” itu? Mohon penjelasan. Kalau mau bikin kategorisasi, statemen ini masuk kategori: “pernyataan kalah perang?” Atau “sikap pasifisme?” Atau “kata2 filosofis?” Atau “kepasrahan krn ruwet?” Selamat ibadah Ramadhan pak, smg sehat selalu,” tulis Sohibul di akun Twitternya, @msi_sohibuliman yang dikutip pada Jumat, 8 Mei 2020.
Kritikan juga datang dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo. Ia heran pernyataan Jokowi soal warga berdamai dengan Corona justru diluruskan oleh jajaran anak buahnya di Istana.
Roy heran dengan karut marut pernyataan pemerintah di tengah pandemi Corona. Sebab, rakyat Indonesia saat ini sedang berjuang melawan Corona justru disuguhi pernyataan pemerintah yang tak fokus dan berubah-ubah.
“Tweeps, Sekalilagi meski kita Kasihan kpd Pak@jokowi karena (lagi2) “diluruskan” Anak2 Buahnya, Tetapi harusnya Rakyat Indonesia yg lebih pantas dikasihani, Karena selalu kebingungan & Makin menderita ditengah COVID-19 akibat Karut Marut aturan yg Tdk Fokus, Esuk Dele Sore Tempe,” tulis Roy di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2 yang dikutip pada Jumat, 9 Mei 2020.
Ada juga netizen yang menilai pernyataan Jokowi soal berdamai sebaiknya jika pemerintah Indonesia sudah total menangani wabah Corona. Pun, muncul perbandingan kinerja pemerintah Indonesia dengan keberhasilan pemerintah Vietnam dalam mengatasi pandemi Corona.
Sebelumnya Politisi PKS, Mardani Ali Sera juga memberikan kritik atas kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi virus corona. Legislator Senayan tersebut mengusulkan pemerintah membuat Kartu Indonesia Bingung.
“Pemerintah segera keluarkan Kartu Indonesia Bingung. Nanti dimasukin tutorial cara mengatasi kebingungan,” kata Mardani di akun Twitter @MardaniAliSera.
“Di tengah pandemi corona, di luar negeri pemerintah bingung mikiran rakyatnya. Di Indonesia rakyat bingung mikirin pemerintahnya dan harus berjuang untuk survive sendiri,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PKS ini menyoroti kebijakan Kartu Prakerja yang diteken Presiden Joko Widodo. Dirinya bahkan mengusulkan kebijakan tersebut dibatalkan.
“Sangat bisa mas tapi karena ini program pemerintah, jadi kewenangan untuk membatalkan ada disana. Maka sejak awal saya menyuarakan untuk ubah target dan kegunaan disesuaikan dengan kondisi pekerja yang banyak ter PHK. Fokus social safety net. Tapi nampaknya pemerintah belum mau mengambil opsi tersebut,” jelas Mardani.
Tak hanya masalah kartu prakerja, Mardani juga menyoal kebijakan pemerintah terkait pemberian izin operasional transportasi umum. Mardani tampak heran dengan jajaran pemerintah yang terkesan saling bantah pernyataan soal pemberian izin operasional transportasi umum. Hal tersebut dinilainya akan membuat masyarakat bingung.
“Terus berulang saling bantah dan meluruskan istilah, padahal informasi deras tersebar. Mengelola negara kok seperti ini. Lagi darurat seperti ini, intruksi gak Jelas. Di bilang amatir, marah. Dikritik, gak terima. Terus mau dibilang apa ?” tulis @MardaniAliSera.(*/mht)
















