Padang, Prokabar — Selesai sudah perjalanan Semen Padang FC di kompetisi Liga 1 2019. Musim yang sangat berat bagi “Kabau Sirah”. Tertatih-tatih sejak awal musim, berujung degrdasi. Menempati peringkat 17 klasemen akhir, membuat Semen Padang harus rela turun kasta ke Liga 2 2020.
34 pertandingan dilakoni Irsyad Maulana dkk, hanya membuahkan tujuh kemenangan, 1 kali imbang, dan 16 kali kalah. Total poin yang dikumpulkan hanya 32 angka, terpaut sepuluh poin dari Tira Persikabo yang berada di batas aman degradasi.
Faktor utama terdegradasinya tim kebangggaan urang awak, salah satunya karena buruknya performa tim di putaran pertama. Hanya mengumpulkan 11 angka di putaran pertama, membuat Semen Padang sulit mendongkrak nilai, walau di putaran kedua mampu meraih 21 angka.
selain itu, terlalu banyak kehilangan angka di kandang, juga menjadi faktor yang membuat Semen Padang nyaris tak beranjak dari zona degradasi sejak awal musim kompetisi. Dari 16 kali kalah, 9 diantaranya didapatkan dalam laga kandang.
Justru Semen Padang lebih sangar jika bermain di luar kandang, mampu meraih tiga kali kemenangan dan tujuh hasil imbang. Total di luar kandang semen Padang mampu meraup 16 angka. Jumlah yang sama banyak dengan angka yang diraih di kandang.
Sedangkan di kandang, dari 17 laga Semen Padang hanya meraih empat kemenangan dan empat hasil imbang. Seandainya laga kandang bisa lebih dimaksimalkan meraup angka, tentunya hasil akhir kompetisi akan berbeda untuk Semen Padang.
Apalagi, ada peningkatan yang cukup signifikan performa Semen Padang di putaran kedua, setelah dilakukan perombakan skuad. Dari empat pemain asing putaran pertama, hanya Kar Max Berthelemy yang dipertahankan. Sementara Shakurali Pulatov, Maria Barcia dan Jose Sardon di depak, karena kualitas jauh dari harapan.
Tiga pemain asing yang masuk menggantikan yakni Flavio Beck Junior, Yu Hyun-koo, dan Vanderlei Francisco, plus masuknya pelatih asing Eduardo Almeida terbukti cukup mengangkat tim.
Bahkan, vanderlei walau hanya setengah musim bermain, tapi mampu menjadi top skor tim dengan torehan delapan gol. Flavio juga cukup produktif, dengan menyumbang empat gol. Sedangkan Karl Max yang bermain sejak awalmusim, hanya mampu menciptakan tujuh gol.
Total dari 32 gol yang diciptakan Semen Padang, hanya 10 pemain yang menyumbangkan gol. Pemain lokal yang paling produktif adalh Irsyad Maulana dengan mencatat empat gol. Sedangkan Muhammad Rifki dan Mariando Uropmabin masing-masing dua gol. Ditambah pemain yang mencetak satu gol, Agung Prasetyo, Vendry Mofu, Dedi Gusmawan, dan Rosad Setiawan. Semen juga mendapatkan satu gol bunuh diri dari lawan, saat tandang ke markas Bali United.
Catatan menarik lainnya dari 17 kali laga kandang Semen Padang, jumlah penonton tertinggi adalah saat lawan Madura United, yang mencapai 11 ribu penonton. Hanya di pertandingan itulah, jumlah penonton kandang Semen Padang yang menembus angka dua digit dalam ribuan.
Semen Padang juga tergolong tim yang sangat minim mendapatkan keuntungan penalti dari wasit. Dari 34 laga, hanya satu penalti yang didapatkan Semen Padang, yaitu saat melawan Barito Putera di Padang, yang berhasil dieksekusi oleh Irsyad Maulana.
Musim depan Kabau Sirah harus berjuang keras di Liga 2 untuk bisa naik kasta lagi. Pastinya perjuangan yang tak akan mudah, karena di Grup barat Semen Padang harus bersaing dengan tim-tim kuat, terutama dari Sumatra, seperti PSMS medan, Sriwijaya FC, Badak Lampung, ataupun PSPS Pekanbaru.
Rekap Pertandingan
01. 20/05/19 PSM Makassar 1-0 Semen Padang
02. 25/05/19 PSS Sleman 1-1 Semen Padang (Rosad Setiawan,31′)
03. 29/05/19 Semen Padang 0-0 Persib Bandung
04. 21/06/19 Semen Padang 1-2 Badak Lampung (M. Rifki,33′)
05. 28/06/19 Persipura 1-1 Semen Padang (Agung Prasetyo,40′)
06. 08/07/19 Semen Padang 1-3 TIRA-Persikabo (Irsyad maulana,71′)
07. 12/07/19 Semen Padang 0-1 Arema
08. 17/07/19 Semen Padang 2-3 Bhayangkara (Karl Max,33′, Gusmawan 62′)
09. 28/07/19 Semen Padang 0-0 Persebaya
10. 02/08/19 Kalteng Putra 2-0 Semen Padang
11. 09/08/19 Bali United 4-1 Semen Padang (Pacheco,4’OG)
12. 16/08/19 Semen Padang 1-0 PSIS Semarang (Irsyad maulana,89′)
13. 20/08/19 Semen Padang 2-0 Persela (Karl Max,11′,57′)
14. 24/08/19 Borneo FC 1-0 Semen Padang
15. 28/08/19 Madura United 1-1 Semen Padang (Karl Max,78′)
16. 01/09/19 Semen Padang 2-3 Barito Putera (Irsyad Maulana,51,85 (pen))
17. 13/09/19 Semen Padang 0-1 PSS Sleman
18. 18/09/19 Persib Bandung 1-1 Semen Padang (Karl Max,49′)
19. 23/09/19 Semen Padang 2-1 PSM Makassar (Flavio 45′, Vanderlei 89′)
20. 27/09/19 TIRA-Persikabo 1-1 Semen Padang (Vanderlei 24′)
21, 05/10/19 Badak Lampung 0-1 Semen Padang (Vanderlei 88′)
22. 16/10/19 Persija 1-2 Semen Padang (Mofu 57′, Mariando 90+5)
23. 20/10/19 Semen Padang 1-2 Madura United (Karl Max 75′)
24. 24/10/19 Semen Padang 1-2 Persipura (Karl Max 16′)
25. 28/10/19 Arema 1-0 Semen Padang
26. 02/11/19 Bhayangkara 2-2 Semen Padang (Rifki 55′, Flavio 86′)
27. 07/11/19 Semen Padang 2-2 Persija Jakarta (Vanderlei 42′, Mariando 45′)
28. 21/11/19 Semen Padang 1-0 Kalteng Putra (Flavio 44′)
29. 28/11/19 Persebaya 1-1 Semen Padang (Vanderlei 22)
30. 02/12/19 Semen Padang 0-2 Bali United
31. 06/12/19 Barito Putera 0-3 Semen Padang (Vanderlei 10’79, Flavio 84′)
32. 13/12/19 PSIS Semarang 2-0 Semen Padang (Vanderlei 77′)
33. 17/12/19 Semen Padang 1-1 Borneo FC
34. 21/12/19 Persela 2-0 Semen Padang
Klasemen Akhir
17. Semen Padang 34 7 11 16 32-45 32
Top skorer
8 Gol: Vanderlei
7 Gol: Danny Karl Max
4 Gol: Irsyad Maulana, Flavio Beck Junior
2 gol: M. Rifki, Mariando Uropmabin
1 gol: Rosad Setiawan, Dedi Gusmawan, Agung Prasetyo, Vendri Mofu. (mht)
















