Trending | News | Daerah | Covid-19

Kesehatan

Selamatkan Anak Negeri dari Stunting, Dompet Dhuafa Ajak Elemen Negeri Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Foto Beb - dr Hera Nurulita menyebut masalah stunting merupakan masalah multidimensial
Dibaca : 165

Jakarta, Prokabar – Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional, Dompet Dhuafa mengadakan diskusi tentang Kerawanan Pangan & Tantangan Stunting Anak Negeri.

Acara yang berlangsung di sebuah kedai kopi di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan ini membahas tentang upaya menekan angka penderita stunting dan penyelesaian kerawanan pangan.

Diskusi ini dihadiri empat pembicara yakni, Fajri Azhari (Peneliti IDEAS), Dr Hera Nurlita, S.SiT, M. Kes (Kasi Mutu Gizi Kementerian Kesehatan RI), Sri Wahyuni Sukotjo (UNICEF) dan drg Martina Tirta Sari (Direktur LKC NTT Dompet Dhuafa).

Masing-masing pembicara membawakan materi penting tentang penyebab terjadinya masalah stunting dan kerawanan pangan. Seperti hasil penelitian IDEAS yang menyebutkan adanya ketimpangan masyarakat miskin dengan konsumsi pangan.

“Dari hasil penelitian, masyarakat miskin sangat sulit menghadapi harga pangan yang mahal. Alhasil strategi mereka yaitu beralih mengkonsumsi pangan yang murah dan bisa diawetkan. Inilah yang menjadi alasan seseorang tidak tercukupi gizi baik,” jelas Fazri.

Menanggapi permasalahan yang ada, Dr Hera Nurlita menyebutkan masalah stunting merupakan masalah multidimensial. Disebabkan karena konsumsi makanan tidak beragam, penyakit infeksi dan tidak mendapat imunisasi lengkap.

“Selain itu penyebabnya berupa kerawanan pangan, pemantauan tumbuh kembang balita yang belum optimal serta akses sanitasi yang tidak layak. Dibutuhkan peran aktif banyak pihak. Pemerintah sudah berkomitmen dan menetapkan arah perbaikan gizi nasional yaitu meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat,” jelas Dr Hera.

Tidak hanya pemerintah saja, tapi banyak pihak seperti lembaga kemanusiaan turut ambil bagian dalam mencegah stunting dan kerawanan pangan di berbagai daerah.

“Tidak ada stunting kalau anak-anak tidak mengalami kekurangan gizi. Seribu hari pertama kehidupan (0-2 tahun) adalah waktu tepat mencegah terjadinya stunting. Di usia tersebut diharuskan memenuhi gizi agar perkembangan otak semakin tumbuh,” ujar dr Hera menambahkan.

Sebagai solusi dari dua permasalahan, Dompet Dhuafa membuat berbagai program pertanian dan kesehatan. Seperti JKIA (Jaringan Kesehatan lbu dan Anak) dan SNGI (Saving Next Generation Institute) yang berbasis pemberdayaan kader dan komunitas masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan kematian ibu dan anak.

Selain itu Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang mendorong perilaku bersih dan sehat di lingkungan sekitar dengan sumberdaya yang ada.

“Keseluruhan program tersebut, dilakukan bersama dengan komponen masyarakat, pemerintah daerah,dinas terkait dan mitra Iain yang bekerjasama secara terintegrasi di lapangan”, terang drg. Imam Rulyawan, MARS, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top