Bola

Selagi Masih Ada Peluang, Eduardo Almeida Tidak akan Lempar Handuk

Padang, Prokabar – Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida mengakui, gagal memanfaatkan banyaknya peluang gol, membuat timnya harus takluk dari Bali United, dalam laga pekan ke-30 Liga 1, Senin petang di Stadion H. Agus Salim. Hal ini menyebabkan, peluang Semen Padang lolos dari degradasi semakin sulit.

Saat ini Semen Padang masih berada di posisi juru kunci, dengan 28 angka. Menyisakan empat laga sisa, tiga diantaranya laga tandang, Semen Padang dituntut menang di empat laga tersebut jika ingin lolos.

Usai laga, pelatih asal Portugal mengakui, pasca kekalahan itu peluang timnya lolos ancaman degradasi menjdi makin sulit. “Saya harus katakan, dibanding sebelum pertandingan ini, peluang kami menjadi lebih sulit.”ujar Eduardo yang mengakui bahwa dia punya feeling tak bagus sebelum laga.

“Kami terlalu banyak peluang gol yang terbuang. Jika kami menang pada pertandingan ini, tentu akan lebih mudah bagi kami. Tidak hanya itu, kami juga harus menanti hasil dari klub lain, karena kami juga tergantung pada hasil pertandingan tim-tim lain.”ucanya.

“Saya pikir ada beberapa momen yang membuat kami layak mendapatkan penalti. Jika skor saat itu masih 0-0, dan kami mendapat penalti, mungkin hasil akhir akan berbeda,” ucap Almeida.

“Kami bermain lebih terbuka di babak kedua, dan memperoleh banyak kesempatan, tapi gagal mencetak gol. Bali United menggunakan pengalamannya untuk menang.”

Walau peluang timnya semakin berat, pelatih berusia 41 tahun belum mau mengangkat melempar handuk atau mengangkat bendera putih. Dia akan akan terus berjuang bersama timnya. Karena, walaupun kecil tapi secara matematis peluang Semen Padang masih ada untuk tetap bertahan di Liga 1.

Tantangan berat harus dihadapi Eduardo di empat laga sisa, karena tiga laga diantaranya adalah laga tandang, yaitu melawan Barito Putera, PSIS Semarang, dan Persela Lamongan.

Sedangkan satu-satunya laga kandang tersisa melawan Borneo FC di pekan ke-33. “Secara matematis, kami masih punya kesempatan dan tak akan menyerah. Kami akan berhenti, jika secara matematis peluang kami sudah tertutup.”tegasnya.(mht)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top