
Padang, prokabar – Piala Dunia 1998 menjadi salah satu yang paling bersejarah. Sebab, pada ajang ini jadi bersejarah buat Timnas Prancis yang pertama kali menjadi juara Piala Dunia.
Ajang Piala Dunia 1998 diketahui menjadi edisi ke-16 dari Piala Dunia. Ajang ini digelar di Prancis dari 10 Juni hingga 12 Juli 1998. Ada 32 tim dari 5 konfederasi yang ambil bagian di Piala Dunia 1998 ini.
Dari Asia (AFC), ada 4 negara yang lolos ke Piala Dunia 1998, yakni Iran, Jepang, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Lalu, dari CAF, ada 5 tim yang berlaga, yakni Kamerun, Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, dan juga Tunisia.
CONCACAF memiliki 3 wakil di Piala Dunia 2022, yakni Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat. Sementara itu, zona CONMEBOL memiliki 6 wakil, yakni Argentina, Brasil, Cile, Kolombia, dan Paraguay.
Wakil terbanyak berasal dari UEFA. Ada 15 negara yang tampil, yakni Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Denmark, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Rumania, Skotlandia, Spanyol, dan Yugoslavia. Ke-32 tim pun kemudian dibagi ke-8 grup, masing-masing terdiri dari 4 tim.
Piala Dunia 1998 ini pun jadi momen kedua kalinya Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelumnya, ajang sepakbola paling elite di dunia itu digelar di Prancia pada 1938.
Namun kala itu, Prancis gagal berjaya di rumahnya sendiri. Baru pada Piala Dunia 1998 nasib baik menghampiri Les Bleus -julukan Timnas Prancis- yang sukses angkat trofi juara. Mari menilik perjalanan Timnas Prancis di Piala Dunia 1998.

Jalannya Piala Dunia 1998
Ajang Piala Dunia 1998 berlajan seru dan menarik. Duel-duel sengit sudah tersaji sejak babak penyisihan grup. Sebab, mereka berjuang keras untuk bisa melenggang ke babak 16 besar.
Sang juara bertahan, Brasil pun bekerja ciamik sejak awal perjalanannya di Piala Dunia 1998. Mereka sukses melenggang ke 16 besar usai menjadi juara Grup A. Tim Samba -julukan Timnas Brasil- mengemas 6 poin dari 3 penampilannya. Mereka ditemani Norwegia ke babak berikutnya.
Di Grup B, Italia lolos ke 16 besar sebagai juara grup usai mengemas 7 poin. Mereka ditemani Cile yang menjadi runner-up grup usai mengasapi Austria dan Kamerun.
Kinerja ciamik juga ditunjukkan Prancis. Bahkan, mereka sukses meraih poin sempurna di Piala Dunia 1998 usai mengalahkan Denmark, Afrika Utara, dan Arab Saudi. Mereka pun melenggang ke 16 besar sebagai juara grup C, ditemani Denmark.
Dari Grup D, Nigeria dan Paraguay melenggang ke babak berikutnya usai mengasapi Spanyol dan Bulgaria di klasemen akhir. Dari Grup E, Belanda dan Meksiko yang meraih 2 tiket ke 16 besar. Du Grup F, Jerman dan Yugoslavia yang berhak ke 16 besar.
Lalu, Rumania dan Inggris keluar sebagai juara dan runner-up grup G. Dua tiket tersisa ke 16 besar Piala Dunia 1998 dipastikan menjadi milik Argentina dan Kroasia.
Di babak 16 besar, persaingan berjalan makin sengit. Bahkan, Argentina dan Inggris yang saling berhadapan untuk berebut tiket ke perempatfinal harus berjuang hingga babak adu penalti. Namun, Argentina tampil lebih tangguh sehingga meneng dengan skor 4-3.
Argentina bersua dengan Belanda di babak perempatfinal Piala Dunia 1998. Belanda sendiri memastikan diri lolos ke babak perempatfinal usai menang tipis atas Yugoslavia di babak 16 besar dengan skor 2-1.
Kinerja ciamik juga ditunjukkan Brasil. Mereka tampil perkasa sehingga membantai Cile dengan skor 4-1. Di perepatfinal, Brasil pun bersua Denmark yang menang telak juga atas Nigeria dengan skor sama, yakni 4-1.
Sementara itu, kemenangan dramatis didapat Prancis di babak 16 besar. Mereka harus melalui babak tambahan waktu untuk bisa mengalahkan Paraguay. Sebab, skor 0-0 terus terjaga di waktu normal. Gol semata wayang pun akhirnya tercipta di menit ke-114 lewat aksi Laurent Blanc (114) hingga membawa Les Bleus ke perempatfinal.
Prancis pun dipertemukan dengan lawan yang lebih sulit lagi di perempatfinal, yakni Italia. Gli Azzurri -julukan Timnas Italia- melenggang ke perempatfinal usai menggasak Norwegia 1-0.
Dua tiket tersisa ke perempatfinal menjadi milik Jerman dan Kroasia. Jerman menang tipis atas Meksiko dengan skor 2-1, sementara Kroasia menggilas Rumania 1-0.
Di babak perempatfinal, Prancis terbukti harus bersusah payah mengalahkan Italia. Skor 0-0 terus terjaga hingga babak tambah waktu membuat laga akhirnya dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak itu, Dewi Fortuna menghampiri tuan rumah. Mereka menang dengan skor 4-3 berkat gol yang dicetak Zinedine Zidane, David Trezeguet, Thierry Henry, dan Laurent Blanc.
Mereka bertemu Kroasia di semifinal. Kroasia sendiri lolos ke semifinal usai mengalahkan Jerman dengan skor telak 3-0! Brasil juga memastikan diri lolos ke semifinal usai mengalahkan Denmark dengan skor 3-2. Sementara itu, satu tiket lainnya menjadi milik Belanda yang menang tipis 2-1.
Di semifinal. Prancis kembali mendapat perlawanan sengit dari lawannya, Kroasia. Mereka bahkan harus kebobolan lebih dahulu pada menit ke-45. Namun, dua menit kemudian, Prancis menyamakan kedudukan lewat aksi Ruddy Thuram.
Ruddy Thuram pun jadi pahlawan kemenangan Prancis usai mencetak gol keduanya pada menit ke-70. Laga diselesaikan Prancis dengan kemenangan 2-1 hingga membawa mereka ke final.
Di partai puncak, mereka bersua dengan Brasil yang harus susah payah menyingkirkan Belanda. Laga dilanjutkan hingga babak adu penalti karena skor 1-1 terus terjaga.
Akhirnya, Piala Dunia 1998 pun memasuki babak final. Laga di partai puncak ini digelar pada 12 Juli 1998 di Stade de France, Saint-Denis. Dalam laga itu, Prancis tampil begitu perkasa sehingga menang telak dengan skor 3-0.
Zinedine Zidane tampil paling gemilang karena mencetak dua gol. Sementara itu, satu gol lain Les Bleus dicetak oleh Emmanuel Petit.
Kemenangan itu memberi Prancis gelar juara Piala Dunia pertamannya. Mereka menambah deretan tim nasional yang sukses menjadi juara kala berlaga di kandangnya. Sebelumnya sudah ada Uruguay, Italia, Inggris, Jerman Barat, dan Argentina.

Top Skor
Meski Prancis menjadi juara, gelar top skor di Piala Dunia 1998 tak menjadi milik pemain mereka. Gelar itu menajdi milik pemain Timnas Kroasia, Davor Suker.
Davor Suker tercatat sukses mencetak 6 gol sepanjang gelaran Piala Dunia 1998. Satu golnya dicetak kala Kroasia menghadapi Belanda dalam perebutan tempat ketiga. Berkat golnya, Kraisua pun sukses menempati posisi ketiga di Piala Dunia 1998.
Lalu, 1 gol lainnya dicetak Suker kala melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 1998. Di babak perempatfinal, dia juga berjaya, di mana mencetak satu gol dalam kemenangan telak Kroasia 3-0 atas Jerman.
Satu gol lainnya juga dicetak Suker di babak 16 besar kala Kroasia mengalahkan Rumania. Gol itu dicetaknya dari titik putih. Sementara itu, dua gol lagi dicetak Suker di babak penyisihan grup. Dengan begitu, dia mencetak gol di pertandingan setiap babak.
10 Fakta Piala Dunia 1998
1. Untuk kali pertama, Piala Dunia diikuti 32 tim peserta. Jumlah ini mengalami pertambahan delapan tim sejak edisi sebelumnya. Berkat penambahan tersebut, penentuan tim yang lolos ke babak 16 besar lebih sederhana. Seluruh 32 tim dibagi ke dalam delapan grup, lalu juara dan peringkat kedua grup lolos ke babak gugur. Berbeda ketika turnamen masih diikuti 24 tim, harus ada perhitungan tersendiri untuk menentukan tim peringkat ketiga dari enam grup yang tersedia.
2. Maskot turnamen adalah seekor ayam jantan bertubuh biru dan diberi nama Footix. Akhiran “-ix” diberikan sesuai komik Asterix asal Prancis yang sangat populer di dunia.
3. Penyelenggaraan turnamen terhitung sukses karena tercipta 171 gol sepanjang turnamen. Mulai dari gol sundulan Cesar Sampaio pada pertandingan perdana antara Brasil dan Skotlandia hingga tendangan Emmanuel Petit saat final Prancis versus Brasil. Jumlah ini merupakan rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
4. Dunia merasakan demam Piala Dunia, baik penonton yang datang langsung maupun tidak. Usai pertandingan antara Skotlandia dan Maroko di Saint-Etienne, 125 ribu liter dihabiskan sekira 8000 fans Skotlandia yang bermabuk-mabukan. Mungkin mereka ingin melupakan kekalahan 3-0 tim kesayangannya. Di Bangladesh, sebuah kawasan mengalami pemadaman listrik empat malam berturut-turut akibat melonjaknya pemakaian karena orang-orang menyaksikan sepakbola lewat televisi.
5. Namun, fans juga berulah. Pada pertandingan perdana melawan Tunisia, fans Inggris melakukan keributan di penjuru kota Marseille. Para pemilik kafe dilanda kekhawatiran sebelum akhirnya lebih dari ratusan fans diciduk karena mabuk-mabukan. Aksi kekerasan fans juga membawa korban. Seorang polisi Prancis bernama Daniel Nivel koma setelah diserang fans Jerman yang hendak menyaksikan pertandingan melawan Yugoslavia di Lens. Para pelaku diduga berasal dari kelompok Neo-Nazi dan setelah sadar dari koma, federasi Jerman memberikan santunan kepada Nivel yang harus menyandang cacat seumur hidup.
6.Salah satu bentuk penghormatan kepada Nivel, pelatih Miroslav Blazevic selalu menenteng topi polisi setiap mendampingi Kroasia sepanjang turnamen. Tak hanya sikap tersebut yang membuat Kroasia mendapat pujian, tapi juga penampilan mereka di atas lapangan. Tampil untuk kali pertama di Piala Dunia, Kroasia melaju jauh dan akhirnya sukses menggaet medali perunggu setelah mengalahkan Belanda 2-1 pada perebutan tempat ketiga.
7. Masih dari Kroasia, Robert Prosinecki mencetak rekor tersendiri dengan menjadi pemain yang pernah tampil untuk dua negara yang berbeda di Piala Dunia. Prosinecki memulai kiprah di Piala Dunia dengan kostum timnas Yugoslavia pada Italia ’90 dan delapan tahun kemudian tampil untuk negara pecahannya, Kroasia.
8. Kalau Blazevic memiliki jimat keberuntungan berupa topi polisi, tim Prancis lain lagi. Setiap sebelum bertanding, Laurent Blanc selalu mencium kepala Fabien Barthez. “Kemesraan” bek dan kiper tim Ayam Jantan ini menjadi pemandangan tersendiri sepanjang Piala Dunia. Percaya atau tidak, Prancis tak pernah mengalami kekalahan dan akhirnya sukses menaklukkan Brasil 3-0 di final.
9. Blanc juga mencatatkan diri dalam sejarah Piala Dunia. Turnamen kali ini memberlakukan sistem gol emas dalam babak gugur. Tim yang pertama kali mencetak gol pada perpanjangan waktu akan langsung dinyatakan sebagai pemenang. Pada babak 16 besar melawan Paraguay, Blanc membobol gawang Jose Chilavert pada menit ke-113 untuk membawa Prancis lolos ke babak berikutnya. Otomatis, gol kemenangan Blanc tersebut menjadi gol emas pertama sepanjang sejarah Piala Dunia. Sistem gol emas sendiri hanya dipertahankan hingga Piala Dunia berikutnya di Jepang-Korea Selatan.
10. Terakhir, Prancis ’98 menyisakan cerita yang menarik dibahas sepanjang masa. Brasil mengalami kekalutan sebelum pertandingan final dimulai. Dinimhari sebelum final, Roberto Carlos terbangun karena mendengar suara gaduh di kamar hotelnya. Carlos ternyata mendapati rekan sekamarnya Ronaldo mengerang kesakitan. Panik, Carlos langsung memanggil dokter tim, Lidio Toledo, yang langsung memberikan obat penghilang rasa sakit. Paginya, pelatih Mario Zagallo mempertanyakan kesiapan Ronaldo tampil di final. Setelah serangkaian konsultasi dengan pelatih dan dokter, sang pemain akhirnya memutuskan untuk tetap bermain. Dalam susunan tim yang diterima wartawan, terjadi perubahan mendadak. Awalnya, Edmundo dimainkan dalam tim inti. Tapi, mendadak Ronaldo dimasukkan lagi. Ronaldo tampil melempem di final dan ketika dimasukkan sebagai pemain pengganti, Edmundo terlihat marah-marah. Hingga kini, tak ada yang tahu persis penyakit yang sebenarnya diderita Ronaldo.

Data dan statistik
Juara: Prancis
Runner-Up: Brasil
Skor Tertinggi: Spanyol vs. Bulgaria 6-1 (Grup D)
Total Gol: 171
Rata-Rata Gol: 2,67
Topskor: 6 Gol – Davor Suker (Kroasia)
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol – Gabriel Batistuta (Argentina)
Penonton Terbanyak: 80.000 (Brasil – Skotlandia, Grup A)
Total Penonton: 2.774.891
Rata-Rata Penonton: 43.357
Penampilan Perdana: Afrika Selatan, Jamaika, Kroasia, Jepang
Nama-Nama Stadion:
Stade de France (St.Denis)
Gerland (Lyon)
Parc Des Princes (Paris)
La Mosson (Montpellier)
Velodrome (Marseille)
La Beaujoire (Nantes)
Felix Bollaert (Lens)
Municipal (Toulouse)
Parc Lescure (Bordeaux)
Geoffroy-Guichard (St.Etienne)

Hasil Pertandingan Piala Dunia 1998
GRUP A
Brasil 2-1 Skotlandia 10 Juni, Stade de France
Maroko 2-2 Norwegia 10 Juni, La Mosson
Skotlandia 1-1 Norwegia 16 Juni, Parc Lescure
Brasil 3-0 Maroko 16 Juni, La Beaujoire
Skotlandia 0-3 Maroko 23 Juni, Geoffroy-Guichard
Brasil 1-2 Norwegia 23 Juni, Velodrome
Klasemen
1. Brasil 3 2 0 1 6-3 6
2. Norwegia 3 1 2 0 5-4 5
3. Maroko 3 1 1 1 5-5 4
4. Skotlandia 3 0 1 2 2-6 1
GRUP B
Italia 2-2 Cile 11 Juni, Parc Lescure
Kamerun 1-1 Austria 11 Juni, Municipal
Cile 1-1 Austria 17 Juni, Geoffroy-Guichard
Italia 3-0 Kamerun 17 Juni, La Mosson
Italia 2-1 Austria 23 Juni, Stade de France
Cile 1-1 Kamerun 23 Juni, La Beaujoire
Klasemen
1. Italia 3 2 1 0 7-3 7
2. Cile 3 0 3 0 4-4 3
3. Austria 3 0 2 1 3-4 2
4. Kamerun 3 0 2 1 2-5 2
GRUP C
Prancis 3-0 Afrika Selatan 12 Juni, Velodrome
Arab Saudi 0-1 Denmark 12 Juni, Felix Bollaert
Prancis 4-0 Arab Saudi 18 Juni, Stade de France
Afrika Selatan 1-1 Denmark 18 Juni, Municipal
Prancis 2-1 Denmark 24 Juni, Gerland
Afrika Selatan 2-2 Arab Saudi 24 Juni, Parc Lescure
Klasemen
1. Prancis 3 3 0 0 9-1 9
2. Denmark 3 1 1 1 3-3 4
3. Afrika Selatan 3 0 2 1 3-6 2
4. Arab Saudi 3 0 1 2 2-7 1
GRUP D
Paraguay 0-0 Bulgaria 12 Juni, La Mosson
Spanyol 2-3 Nigeria 13 Juni, La Beaujoire
Nigeria 1-0 Bulgaria 19 Juni, Parc des Princes
Spanyol 0-0 Paraguay 19 Juni, Geoffroy-Guichard
Spanyol 6-1 Bulgaria 24 Juni, Felix Bollaert
Nigeria 1-3 Paraguay 24 Juni, Municipal
Klasemen
1. Nigeria 3 2 0 1 5-5 6
2. Paraguay 3 1 2 0 3-1 5
3. Spanyol 3 1 1 1 8-4 4
4. Bulgaria 3 0 1 2 1-7 1
GRUP E
Korea Selatan 1-3 Meksiko 13 Juni, Gerland
Belanda 0-0 Belgia 13 Juni, Stade de France
Belanda 5-0 Korea Selatan 20 Juni, Velodrome
Belgia 2-2 Meksiko 20 Juni, Parc Lescure
Belgia 1-1 Korea Selatan 25 Juni, Parc des Princes
Belanda 2-2 Meksiko 25 Juni, Geoffroy-Guichard
Klasemen
1. Belanda 3 1 2 0 7-2 5
2. Meksiko 3 1 2 0 7-5 5
3. Belgia 3 0 3 0 3-3 3
4. Korea Selatan 3 0 1 2 2-9 1
GRUP F
Yugoslavia 1-0 Iran 14 Juni, Geoffroy-Guichard
Jerman 2-0 Amerika Serikat 15 Juni, Parc des Princes
Jerman 2-2 Yugoslavia 21 Juni, Felix Bollaert
Amerika Serikat 1-2 Iran 21 Juni, Gerland
Jerman 2-0 Iran 25 Juni, La Mosson
Amerika Serikat 0-1 Yugoslavia 25 Juni, La Beaujoire
Klasemen
1. Jerman 3 2 1 0 6-2 7
2. Yugoslavia 3 2 1 0 4-2 7
3. Iran 3 1 0 2 2-4 3
4. Amerika Serikat 3 0 0 3 1-5 0
GRUP G
Rumania 1-0 Kolombia 15 Juni, Gerland
Inggris 2-0 Tunisia 15 Juni, Velodrome
Kolombia 1-0 Tunisia 22 Juni, La Mosson
Rumania 2-1 Inggris 22 Juni, Municipal
Rumania 1-1 Tunisia 26 Juni, Stade de France
Kolombia 0-2 Inggris 26 Juni, Felix Bollaert
Klasemen
1. Rumania 3 2 1 0 4-2 7
2. Inggris 3 2 0 1 5-2 6
3. Kolombia 3 1 0 2 1-3 3
4. Tunisia 3 0 1 2 1-4 1
GRUP H
Jamaika 1-3 Kroasia 14 Juni, Felix Bollaert
Argentina 1-0 Jepang 14 Juni, Municipal
Jepang 0-1 Kroasia 20 Juni, La Beaujoire
Argentina 5-0 Jamaika 21 Juni, Parc des Princes
Jepang 1-2 Jamaika 26 Juni, Gerland
Argentina 1-0 Kroasia 26 Juni, Parc Lescure
Klasemen
1. Argentina 3 3 0 0 7-0 9
2. Kroasia 3 2 0 1 4-2 6
3. Jamaika 3 1 0 2 3-9 3
4. Jepang 3 0 0 3 1-4 0
BABAK 16 BESAR
Brasil 4-1 Cile 27 Juni, Parc Des Princes
Italia 1-0 Norwegia 27 Juni, Velodrome
Nigeria 1-4 Denmark 28 Juni, Stade de France
Prancis (AET) 1-0 Paraguay 28 Juni, Felix Bollaert
Jerman 2-1 Meksiko 29 Juni, La Mosson
Belanda 2-1 Yugoslavia 29 Juni, Municipal
Argentina(pen.) 2-2(4-3) Inggris 30 Juni, Geoffroy-Guichard
Rumania 0-1 Kroasia 30 Juni, Parc Lescure
BABAK PEREMPAT-FINAL
Brasil 3-2 Denmark 3 Juli, La Beaujoire
Italia 0-0(3-4) Prancis(pen.) 3 Juli, Stade de France
Jerman 0-3 Kroasia 4 Juli, Gerland
Belanda 2-1 Argentina 4 Juli, Velodrome
SEMI-FINAL
Brasil(pen.) 1-1(4-2) Belanda 7 Juli, Velodrome
Prancis 2-1 Kroasia 8 Juli, Stade de France
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Belanda 1-2 Kroasia 11 Juli, Parc Des Princes
FINAL
Brasil 0-3 Prancis 12 Juli, Stade de France
Data dan Fakta Piala Dunia 1998
Tuan Rumah: Prancis
Jumlah Peserta: 32 Tim dari 5 Konfederasi
Venue: 10 Stadion di 10 Kota
Jumlah Laga yang Dimainkan: 64 Laga
Jumlah Gol yang Tercipta: 171 Gol
Jumlah Penonton: 2.784.687 (rata-rata 43.511 per laga)
Top Skor: Davor Suker (Kroasia)
















