Jakarta, Prokabar — Program Dana Desa Pemerintahan Joko Widodo sepanjang 4 tahun terakhir, dinilai mangkus untuk menjawab kesenjangan pembangunan.
Bengkalai proyek masa lalu, berangsur angsur selesai dan dituntaskan. Tahun depan, Dana Desa masih ada sebanyak Rp70 triliun lagi.
“Terimakasih pak Presiden Jokowi, berkat Dana Desa dari pak Jokowi, kami sudah ada Badan Usaha Milik Desa sekarang, sudah bisa juga membangun jembatan, air bersih,” kata para Kepala Desa, anggota Bamus Desa, LPM dan Pendamping Dana Desa, di Kabupaten Tangerang, Minggu (4/11).
Di hari itu, Jokowi menghadiri Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 dan Evaluasi Kebijakan Pembangunan Desa maayarakat Banten. Acara juga dihadiri kader Posyandu dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Provinsi Banten.
Jokowi menyebut, sejak 2014 hi gga 2018, total alokasi Dana Desa ke seluruh penjuru Tanah Air mencapai Rp187 Triliun. “Malah, tahun ini Lurah juga minta dana operasional, kita kasih untuk 2019,” aku Presiden Joko Widodo disambut riuh tepuk tangan.
Imbas dari adanya dana desa ini, kata Jokowi yang didampingi Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, angka kemiskinan di desa malah menurun dua kali lipat dibandingkan dengan di Kota.”1,2 juta penduduk desa, berhasil terbebas dari kemiskinan,” ulas Presiden Jokowi.
Belum lagi, stunting kata Kepala Negara, juga turun signifikan dari 37% menjadi 30%. Selain pemberdayaan dan pengelolaan dana desa melalui BumDes, dari sisi infrastruktur, Dana Desa sudah berhasil membangun 95.000 kilometer jalan dibangun di 74.000 desa di Indonesia.
Kemudian, 914 unit jembatan, 22.000 keluarga mendapat akses air bersih, 2.200 unit bantuan perahu kecil, PAUS 14.000 unit dan Polindes sebanyak 4.100 unit. Belum lagi, pasar desa 3.100 unit.
Jokowi mengajak semua pihak, untuk mengelola dana desa dengan transparan. Pendamping desa juga dituntut, melakukan pendampingan yang baik hingga penggunaan dana desa tepat sasaran sesuai keinginan masyarakat. (vbm)
















