Sebarkan Energi Optimisme, ACT Inisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan

Penulis -

Selasa, 10 September 2019 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Di Indonesia kedermawanan telah menjadi sebuah kegiatan yang lumrah. Terbukti dari hasil suvei World Giving Index 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia meraih nilai tertinggi sebagai negara paling dermawan. Hal ini merupakan aset besar dalam kebesaran sebuah bangsa. Namun, masih diperlukan sebuah wadah untuk menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar kepedulian muncul tanpa menunggu momentum tertentu.

Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan. Gerakan ini mengharapkan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam rangkaian acara ini, ACT mengajak seluruh segmen dermawan mulai dari media, donatur, komunitas, public figure, korporasi, UMKM, e-commerce, driver, influencer, dan segmen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan untuk mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan seperti gotong-royong yang merupakan karakter terbaik bangsa.

Gerakan ini hadir dalam menjawab tantangan problematika masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan yang terjadi di negeri ini dan penjuru dunia pada umumnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam keterangan tertulis menjelaskan, Kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia, hal ini dirasakannnya selama 14 tahun perjalanan ACT.

“Kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan. Anak bangsa berkolaborasi dalam semangat filantropi, menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Kami pun terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong-royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum,” ungkapnya, Selasa (10/9).

Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini Filantropi, memberikan kontribusi dalam menghadapi isu kemiskinan dan berbagai problem kemanusiaan yang terjadi melalui berbagai program bantuan langsung dan program pemberdayaan dengan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Indonesia, kita bangsa dermawan. Filantropi menjadi energi optimisme dalam menyelesaikan problematika bangsa dengan menggerakan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa. Cara kerja filantropi dapat dihimpun dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif. Indonesia dermawan, semoga negeri ini menjadi bangsa yang diselamatkan oleh Rabb-nya, dicintai seluruh elemen bangsa, dan dihormati bangsa lain. Potensi kedermawanan dalam mengatasi bencana sosial yang muncul secara kultural maupun struktural sejatinya dapat diringankan dengan kegiatan-kegiatan filantropi. Insya Allah, gerakan ini akan menjadi saksi peradaban Indonesia yang semakin maju dan berkembang serta menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Syuhelmaidi Syukur selaku Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Dermawan berharap, Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan sebagai sebuah gerakan inklusif untuk menginspirasi publik dalam berkontribusi dan menjadi solusi permasalahan kemanusiaan di Indonesia serta dunia secara terus-menerus, tanpa menunggu momen-momen tertentu.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Gerakan ini juga merupakan gerkaan simultan di masing-masing wilayah di Indonesia untuk semakin tersebarnya nilai-nilai kedermawanan dan menjadi sebuah titik awal dari lahirnya Hari Indonesia Dermawan setiap tanggal 10 September,” ungkapnya.

Menurutnya, filantropi sebagai salah satu modal sosial sejatinya telah menyatu dalam kultur Indonesia dari masa ke masa. Fakta kultural menunjukkan bahwa tradisi filantropi dilestarikan melalui kedermawanan kepada saudara sebangsa yang kurang beruntung.

Kontribusi menghadapi isu kemiskinan dan berbagai bencana sosial yang terjadi adalah melalui melalui strategi pemberian bantuan langsung dan strategi pemberdayaan dengan memperhatikan potensi sumber daya manusia serta sumber daya alam yang tersedia.

“Inilah saatnya kita bersama memberikan warna kedermawanan di kehidupan kita sehingga tercipta peradaban dunia yang lebih baik dan penuh keberkahan. #IndonesiaDermawan.” tutupnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB