Sampah Masalah Utama Pariwisata di Sumbar

Penulis -

Senin, 23 Juli 2018 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sampah menjadi masalah utama pariwisata di Sumbar, dan hal ini harus dibenahi secara berkelanjutan.

Hal itu dikatakan Pengamat Pariwisata dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sari Lenggogeni, Senin (22/7).

“Menurut pengakuan para atlet sepeda Tour de Singkarak 2017 ketika ditanya, mereka mengakui alam Sumbar indah, namun sampah mengotori objek wisata,” kata Sari.

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini harus bersikap agar persoalan sampah dapat dikelola dengan baik terutama di lokasi-lokasi wisata.

Ia mencontohkan di Kota Padang, kota tersebut memiliki Perda tentang sampah dan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan berupa tindak pidana ringan dengan denda Rp5 juta atau kurungan selama tiga bulan.

“Namun penerapan perda ini tidak berjalan sehingga masyarakat dengan leluasa membuang sampah mereka. Hal ini karena tidak ada sistem yang dapat membendung orang membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Salah satu destinasi wisata baru di Kota Padang yakni Masjid Raya Sumbar. Saat ini tidak luput dari sampah bahkan di dalam kolam ada banyak sampah.

Menurut dia untuk pengelolaan kebersihan yang bertanggung jawab adalah pemerintah dan sumber sampah itu sendiri adalah masyarakat dan wisatawan.

Perlu dilakukan edukasi wisatawan untuk menimbulkan kesadaran mereka agar membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

Kemudian penegakan fungsi hukum dan fungsi sosial dihidupkan kembali sehingga orang tidak lagi membuang sampah sembarangan. Salah satunya dengan penegakan perda sampah dan membangun kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

“Kita dapat memulai edukasi sampah ini dari pendidikan dini, anak-anak diajarkan hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya. Tanamkan dengan membuang sampah pada tembatnya merupakan suatu kebanggaan dan membuang sampah sembarangan seperti kehilangan harga diri,” kata dia.

Ia mengatakan berapa potensi uang yang hilang akibat persoalan sampah ini, sewaktu wisatawan datang ke Sumbar dan menikmati alamnya mereka terganggu oleh sampah.

“Kedatangan mereka cuma sekali dan enggan untuk datang kembali. Padahal apabila lokasi wisata bersih dan nyaman akan membuka peluang ekonomi masyarakat dan tentunya berdampak pada pendapatan daerah,” katanya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB