Jakarta, Prokabar – “Duh ngeri!, Kok gitu sih! Lihat matanya, psiko banget. Sadis, kok ada orang psiko gitu ya. Parah!,” kata-kata itu terdengar saat episode 6 Brata diputar di JSC Hive Setiabudi, Jakarta Selatan.
Selama 40 menit lamanya awak media dan blogger tak lepas pandangan melihat aksi pemain Brata yang menegangkan. Mereka diantaranya, Bisma Karisma (Teja), Laura Basuki (Vera) dan Oka Antara (Brata). Serial orisinal Indonesia Brata ini ditayangkan di layanan video on demand Hooq.

Ya, aksi personil grup vokal Smash Bisma inilah yang mencuri perhatian penonton. Bisma memerankan pria psiko yang sadis. Karena dendam dan ketidakadilan dalam hidupnya membuat sosok Teja menjadi seorang psiko.
“Peran (psiko) yang saya tunggu-tunggu selama ini. Jadi psikopat sadis yang bisa membuat penontonnya ngeri, kesel, jengkel dan geleng kepala. Lihat kan gimana si Teja itu psiko nya. Saya juga merinding lihatnya,” ucap Bisma menilai aktingnya dari kacamata penonton.

Penasaran dengan perubahan gesture dan tatapan mata tajam seorang psiko, Bisma menceritakan semua pada Prokabar.com. “Pendalamannya lumayan sulit dan memakan waktu yang lama. Saya bisa berjam-jam di kamar mandi hanya untuk melihat diri saya di depan cermin. Merubah tatapan dari Bisma menjadi Teja yang dingin seperti orang psiko,” ungkapnya.
Bahkan selama syuting berlangsung, Bisma malah hanyut dalam perannya. Ia membuat orang di sekitarnya ikut menjauh karena tatapan sinis, tajam yang mengerikan. “Iya sampai-sampai Laura Basuki nggak mau dekat kalau mata saya berubah jadi Teja. Males katanya, entah ngeri atau sebel nggak tau. Pokoknya sukses deh bikin orang nggak mau lihat saya,” bangganya.
Selain mendalami peran psikopat, Bisma mendalami peran lain yaitu menjadi office boy (OB). “Profesi Teja ini kan OB yang punya sifat psiko. Jadi ada dua pendalaman karakter yang saya lakukan di serial Brata ini,” akunya.
Apa yang dilakukannya? “Saya berlatih jadi OB beneran di salah satu perusahaan di Bandung selama lima hari. Saya mengenalkan diri jadi Teja OB di sana. Di sana saya buat karyawan jadi bingung. Tapi saya keukeuh bukan Bisma melainkan Teja,” selorohnya.

Usaha pria kelahiran 27 November 1990 dalam pendalaman karakter rupanya tak main-main. Bahkan usai syuting pun, Bisma harus merilis karakter di dalam dirinya dengan cara berlibur.
“Karena melepaskan karakter dalam diri saya ini harus segera dirilis. Karena bahaya kalau kebawa ke kehidupan nyata, bisa psiko beneran. Makanya saya setiap selesai syuting berlibur dulu kembali menjadi seorang Bisma dan membuang karakter Teja dalam diri saya,” pungkasnya. (beb)
















