Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Romantisme Nilmaizar dengan Semen Padang Tersaji di Stadion Surajaya

Dibaca : 235

Padang, Prokabar – Memang akan terasa sedikit “aneh” jika melihat sosok Nilmaizar berada di bench tim lawan saat berhadapan dengan Semen Padang. Karena pelatih asal Payakumbuh itu memang identik dengan Semen Padang.

Nilmaizar memang dibesarkan oleh Semen Padang. Sebagai pemain, dia tujuh tahun bersama Semen Padang. Sebagai pelatih, 12 tahun dihabiskannya untuk melatih Semen Padang, mulai dari tim yunior, sebagai asisten pelatih, sampai pelatih kepala tim senior.

Tak heran cap Semen Padang begitu erat melekat pada dirinya. Jadi, akan terasa unik jika dia berbendera tim lain melawan tim yang membesarkan namanya itu. Walapun dalam sepakbola profesional itu sebenarnya adalah hal yang lumrah terjadi, namun ikatan emosioanl seorang pemain atau pelatih dengan mantan klubnya tetap akan ada.

Itulah yang terjadi di Stadion Surajaya Lamongan, dalam laga pamungkas Liga 1 anatara Persela Lamongan vs Semen Padang. “Saya bertemu semuanya, termasuk CEO pak Hasfi Rafiq, seluruh staf pelatih. Kami saling mendukung dan mendorong untuk tim masing-masing.”ujar Nil

Reuni itu cukup membuat Nil terharu, bagaimanapun perjalanan karirnya dan ikatan primordialnya di sepakbola memang di Semen Padang adanya. Apalagi, dia juga bertemu pemain-pemain yang pernah bekerjasama dengannya di Semen Padang.

“Ya, mereka mendatangi dan menyalami saya, seperti Yu Hyun-koo, Irsyad Maulana, Agung Prasetyo, Rudi, dan semua pemain Semen Padang. Saya terharu juga, karena kita tetap saling respect. Semoga Semen Padang cepat bangkit dan kembali ke Liga 1.”ucap Nil.

Walau ada sisi-sisi romantisme bersama Semen Padang, Nil tetap mengaku bersikap profesional dalam bekerja. Dia sekarang bersama Persela, dan sukses mengantarkan timnya menang 2-0 atas Semen Padang dalam laga itu.

Sukses Happy Ending Persela menutup gelaran Liga 1 musim ini dengan kemenangan atas Semen Padang membuat Nil merasa puas dan bersyukur.
“Saya sangat bersyukur, kita bisa menutup pertandingan terakhir Liga 1 dengan kemenangan, dengan happy ending,” ujar Nil usai laga emosional itu.

“Ini perjuangan seluruh tim. Mulai dari manajemen, pelatih, pemain, suporter, dan seluruh orang Lamongan yang mencintai Persela Lamongan. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, karena Persela bukan hasil kerja saya, tapi hasil kerja semua tim,” sambungnya.

Berhasil lolos dari situasi sulit ancaman degradasi dan menutup Liga dengan sebuah kemenangan, juga menegaskan dan sekaligus membuktikan bila Persela cukup layak untuk bertahan di Liga 1 musim depan.

“Kemenangan ini mudah-mudahan memberikan berkah kepada kita semua. Hormat saya kepada seluruh pemain, dengan kondisi yang luar biasa mereka bisa membuktikan bahwa mereka layak untuk di Liga 1,” ucap dia.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait evaluasi tim maupun proyeksi untuk musim depan, Nil menyatakan belum berpikir sejauh itu dan ingin beristirahat sejenak usai menuntaskan kompetisi yang dianggap menguras tenaga dan pikiran.

“Saya mungkin ingin istitahat dulu, tapi saya sudah bikin evaluasi. Jadi semua laporan, detail pemain, performa pemain, semuanya data kita lengkap, siapa saja yang nanti akan kita pertahankan akan kita list,” kata Nil.
“Tapi mungkin butuh satu atau dua hari untuk dibahas bersama manajemen Persela,” tutupnya.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top