Pasaman, Prokabar – Bupati Pasaman, Welly Suhery menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana angin puting beliung di Jorong Padang Kubu, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari.
Adapun bantuan yang disalurkan seperti terpal dua ball, mi instan 29 dus, beras 145 kilogram, air mineral 30 dus, paket bubur 29 dus, Milku 30 dus, garam 10 sak, Reyco 15 dus, serta 29 paket sembako.
Terpal diprioritaskan bagi tujuh rumah yang tidak bisa ditempati karena atapnya diterbangkan angin.
Penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada, Rabu (25/2) ini, merupakan respon cepat pemerintah daerah setempat dalam menangani masyarakat yang terdampak musibah bencana.
Di sela-sela penyerahan bantuan itu, Bupati Welly mengatakan, Pemkab Pasaman akan selalu berkomitmen membantu masyarakat terutama masyarakat yang tertimpa musibah bencana.
“Pemerintah Daerah bersama BPBD, provinsi, dan Baznas telah menyalurkan bantuan logistik, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, menjelaskan, dari total 29 rumah terdampak, tujuh unit diantaranya mengalami rusak berat dan tidak dapat dihuni.
“Sebanyak tujuh unit rumah tidak bisa ditempati karena atapnya diterbangkan angin. Sedangkan 19 unit lainnya mengalami kerusakan di bagian teras dan dapur,” jelasnya.
Ia menerangkan, selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan dua tiang PLN tumbang ke arah jalan dan tiga tiang lainnya dalam kondisi miring.
“Hingga saat ini, sebagian atap rumah warga yang diterbangkan angin belum ditemukan. Beberapa rumah masih dalam kondisi terbuka. Warga yang rumahnya tidak bisa ditempati untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Total warga terdampak tercatat sebanyak 29 kepala keluarga (KK),” terangnya.
Selain itu, Tim TRC/Pusdalops PB BPBD Kabupaten Pasaman bersama Babin Nagari, Babinsa dan aparat nagari setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, pembersihan material, serta dokumentasi.
Pihaknya juga memastikan penanganan dan pemantauan di lapangan terus dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. (RH)
















