Renovasi Kawasan Batu Malin Kundang, Pemerintah Siapkan Rp15 Miliar

Penulis -

Rabu, 17 Juli 2019 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kota Padang akan ‘merpercantik’ objek wisata Pantai Air Manis dengan menggandeng Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita akan memoles wajah Batu Malin Kundang, sebab saat ini tertimbun pasir dan tergerus akibat abrasi,” ungkap Nasrul Abit, Rabu (17/7).

Nasrul Abit menyebutkan, bahwa pihak Kementerian PUPR sudah menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar untuk renovasi kawasan Batu Malin Kundang, Pantai Air Manis tersebut.

Maka dari itu pula ia mengimbau Pemerintah Kota Padang agar segera menyiapkan desain, dan menyelesaikan masalah tanah.

“Anggaran ini akan direalisasikan pada awal tahun 2019 mendatang. Mudah-mudahan setelah direnovasi, Malin Kundang bukan lagi dikenal anak durhaka, tapi sebagai wisata anak masuk surga,” seloroh Nasrul Abit.

Bermodal kucuran anggaran sebesar Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Pemerintah Kota Padang akan memulai revitalisasi Pantai Air Manis pada awal Agustus mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian menjelaskan, saat ini sudah ada pemenang tender revitalisasi Pantai Air Manis tersebut.

“Revitalisasi yang dilakukan berupa membangun pedestrian sepanjang bibir pantai hingga ke objek wisata Batu Malin Kundang. Kemudian pembuatan taman untuk menambah suasana sejuk dan nyaman di kawasan pantai. InsyaAllah bulan depan kita mulai pengerjaan,” katanya.

Arfian menjelaskan, revitalisasi Pantai Air Manis ditargetkan tuntas pada akhir Desember tahun ini. Selain membangun pedestrian, juga dilakukan pelebaran jalan sepanjang 1,4 kilometer, dan kiri kanan jalan ditambah 3,5 meter. Tujuannya agar tidak menyulitkan pengguna kendaraan berwisata di Pantai Air Manis.

“Tentunya revitalisasi yang dilakukan guna membuat wisatawan semakin nyaman dan kita harapkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Panatai Air Manis dapat meningkat,” sebut Arfian.

Arfian mengimbau agar pedagang setempat ikut menyukseskan program dari Kementrian PUPR itu. Diharapkan pedagang yang terhambat aktivitasnya karena proses pengerjaan, untuk sementara waktu harus menerima jika dipindahkan ke lokasi sekitar yang tidak berjauhan.

“Aktivitas pedagang akan sedikit terganggu, kami harap dapat bersabar hingga pengerjaan selesai,” pintanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB