Selebritis

Redam Perpecahan Akibat Kampanye Politik, Ini Tindakan Erros Djarot

Jakarta, Prokabar – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Erros Djarot. Musisi yang juga tokoh pers, politisi sekaligus budayawan ini tengah resah melihat suasana kampanye politik sekarang ini.

Kampanye politik yang panjang dan berlarut-Iarut telah membangun suasana kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tidak sehat.

Rakyat terbelah menjadi dua yang saling sengaja diperhadapkan, saling hujat, dengan sikap permusuhan yang serius dan cenderung menjadi permusuhan permanen.

Keresahan inilah yang membuat Erros ambil tindakan. Melalui dua single lagu, Erros berharap masyarakat kembali bersatu tanpa harus bermusuhan gara-gara politik.

Dua lagu tersebut, ‘1 & 2 Bukan Segalanya’ dan ‘Politisi Jaman Edan’. Di lagu yang pertama, Erros mengajak agar rakyat Indonesia tidak mudah untuk mempercayai janji-janji para politisi.

Foto Beb – Erros Djarot redam perpecahan akibat politik lewat musik

Selain itu, ia pun mengajak agar para calon pemilih tidak perlu sampai bermusuhan dan saling hujat karena berlebihan mendukung calon presiden pilihannya sehingga pentingnya persatuan antar sesama anak bangsa terlupakan.

“Angka 1 & 2 itu bukan angka sempurna. Kedua angka itu hanya pilihan yang berlaku untuk hanya lima tahun kedepan,” ungkap Erros ketika ditemui Prokabar.com di FX Sudirman, Senin (25/3).

“Ada yang lebih penting lagi dan merupakan angka yang sempurna, yaitu 17 08 45. Angka keramat yang merupakan dasar dari keberadaan kita semua sebagai anak bangsa inilah yang harus dijaga lewat persatuan dalam semangat kekeluargaan,” tambah Erros lagi.

Sedangkan yang kedua (Politisi Jaman Edan), lagu Ini menyoroti perilaku politisi yang banyak melakukan praktek-praktek transaksional dalam meraih posisi dan tujuan politik. Tidak hanya itu, banyak perilaku menyimpang yang sangat merendahkan martabat dunia politik di negeri Ini.

“Banyak yang di depan public menyuarakan keadilan, kemakmuran, moral dan sebaginay. Namun di belakang mereka melakukan korupsi berjamaah yang merugikan rakyat dan negeri ini,” sebut Erros.

Dua single inilah, Erros berharap bangsa Indonesia tetap kritis melakukan pilihan presiden dan para wakil rakyat. Tetap mengedepankan persatuan dan hidup damai berdampingan.

“Karena bersatu klta kuat dan kuat karena berasatu! Maka tetaplah bersatu. Jangan biarkan mereka memecah belah kita lewat politik, agama dan budaya,” pesan Erros. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top