Rapid Test Antigen dan Antibodi, Mana yang Lebih Efektif?

Penulis -

Senin, 26 Oktober 2020 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Selama ini masyarakat Indonesia hanya tahu bahwa untuk melakukan pemeriksaan virus SARS-CoV-2 atau virus corona dilakukan dengan diambil sampel darah melalui suntikan atau jarum yang ditusukkan pada ujung jari. Tes tersebut biasa dikenal dengan rapid test antibodi.

Namun sebenarnya rapid test ada dua macam, yakni rapid test antibodi dan rapid test antigen. Keduanya adalah tes cepat yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona pada pasien yang suspek terinfeksi.

Hal yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa keduanya memiliki perbedaan. Selain antigen merupakan jenis rapid test yang lebih mutakhir dibanding dengan test antibodi, namun apa sih sebenarnya perbedan keduanya?

Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi

Rapid test antibodi adalah tes cepat yang dilakukan dengan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi. Antibodi yang dihasilkan oleh tubuh berupa IgM dan IgG untuk melawan virus corona, yang diambil melalui darah sebagai sampel.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Antibodi ini akan terbentuk bila seseorang terkena paparan virus, dan membutuhkan waktu yang lumayan lama yakni empat hari sampai seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga tes ini dianggap tidak efektif, karena tubuh tidak langsung memproduksi antibodi.

Rapid test antigen, merupakan tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mengetahui antigen virus corona jenis baru. Cara yang digunakan adalah dengan mengambil sampel lendir yang ada di dalam hidung ataupun rongga leher. Sehingga rapid test ini dinilai hampir sama dengan swab test karena sama-sama mengambil sampel dari lendir di bagian hidung atau tenggorokan.

Test antigen ini lebih direkomendasikan oleh WHO untuk dapat digunakan di berbagai negara, dan menggantikan rapid test antibodi. WHO sendiri juga mengatakan bahwa tes antigen lebih efektif dilakukan sebagai skrining awal adanya virus dalam tubuh.

Perbedaan dasar antara rapid test antibodi dan test antigen terletak pada cara pemeriksaan. Bila pada tes antigen adalah dengan cara disuap seperti tes swab. Maka pada tes antibodi diambil darahnya sebagai sampel.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dengan metode pengambilan sampel yang hampir sama dengan swab test PCR itu, membuat rapid test antigen ini juga sering disebut juga dengan swab test antigen. Namun karena tes ini bersifat tes cepat, maka tetap disebut sebagai rapid test antigen meskipun metode yang digunakan hampir sama dengan swab test.

Keefektifan Rapid Test Antigen

Keefektifan rapid test antigen ini juga didukung oleh pernyataan dari Prof Wiku Adisasmito sebagai Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19. Pihaknya saat ini sedang mengkaji rapid test antigen yang lebih mendalam guna mendapatkan hasil yang lebih akurat dan akan digunakan pada pemeriksaan yang lebih akurasi.

Ia juga menjelaskan bahwa bila dibandingkan dengan tes antibodi saat pemeriksaan atau proses awal screening sebelum tindakan PCR, tes antigen dianggap lebih direkomendasikan karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

WHO pun sudah memberikan pengumuman akan menyediakan alat tes antigen sebanyak 120 juta untuk 133 negara. WHO memprioritaskan negara yang memiliki pendapatan rendah juga menengah yang memiliki kasus dalam jumlah yang besar.

Saat ini sudah ada beberapa fasilitas kesehatan, baik klinik atau rumah sakit yang memiliki rapid test antigen sebagai alat pendeteksian dini terhadap virus corona. Termasuk juga berbagai fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan Halodoc.

Dengan itu, kini pun saat ingin melakukan rapid test antigen bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Karena dengan menggunakan aplikasi tersebut, tidak perlu antri secara lama di klinik atau rumah sakit karena bisa daftar secara online. Halodoc juga telah tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB