Jakarta, Prokabar — Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Berbagai upaya telah dilakukan dalam pengembangan pelayanan kardiovaskular.
Salah satunya dengan mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kardiovaskular dengan cara menetapkan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai Pusat Jantung Nasional (PJN) dengan tugas mengampu jejaring kardiovaskular.
“PJN Harapan Kita telah memberikan kontribusi besar karena tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat tapi juga menjadi pengampu atas RS Jejaring yang artinya menguatkan pelayanan kardiovaskular yang ada di RS binaan di seluruh Indonesia,” kata Iwan Dakota Direktur Utama PJN Harapan Kita, Minggu (11/11).
RS Jejaring yang diampu diberikan pelatihan, pengetahuan baik dari sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana hingga hal keuangan untuk dapat menjadikan sebuah pusat pelayanan jantung binan PJN Harapan Kita. Iwan mengatakan RS Jejaring ini benar-benar mengadopsi semua prosedur yang dimiliki PJN Harapan Kita.
“Tujuannya agar seluruh pelayanan yang ada dapat berstandart, sesuai arahan pemerintah. Jadi mereka belajar dari tim kami yang ditugaskan ke beberapa RS Jejaring, tidak hanya dokter dan perawat tapi juga tenaga kesehatan yang terspesialisasi kardiologi,” kata Iwan.
Upaya dalam pengembangan Rumah Sakit Jejaring tersebut melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pemantapan. Strategi dalam pembinaan jejaring kardiovaskular antara lain pembinaan sarana dan prasarana, pembinaan alat kesehatan, dan pembinaan.
Untuk pembinaan ini dilakukan perjanjian kerjasama antara RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dengan Rumah Sakit Jejaring. Kelengkapan sarana dan prasarana serta alat, sangat dibutuhkan untuk penunjang penegakan diagnostik yang akurat guna menentukan terapi yang tepat. (*/hdp)
















