Trending | News | Daerah | Covid-19

Selebritis

Proyek Bareng Dewa Budjana, Ini Kata Musisi yang Tergabung di Roadshow Sammucaya To Mahandini

Foto Beb - Formasi Roadshow Sammucaya To Mahandini
Dibaca : 532

Jakarta, Prokabar – Studio musik Lemmon.ID di Jalan Pejaten Raya, Jati Padang, Jakarta Selatan, hanyut dalam suasana. Petikan gitar Dewa Budjana berhasil menghipnotis awak media di acara press conference Roadshow Sammucaya To Mahandini, Rabu (5/9).

Tiga lagu dimainkan Budjana dan empat musisi yang terlibat dalam proyek roadshow. Paduan suara petikan gitar (Dewa Budjana), flute (Saat Syah), bass (Syadu Rasjidi), drum (Demas Narawangsa) dan keyboard (Marthin Siahaan) bersatu jadi karya yang luar biasa.

Foto Beb – Saat Syah, peniup flute. Tak mampu imbangi musim Budjana yang semakin hari semakin sulit

Lagu yang diambil dari album Joget Kahyangan dan Mahandini ini akan dibawakan mereka di acara roadshow lima kota dalam waktu dekat. “Ini personil roadshow Sammucaya To Mahandini di bulan ini. Nanti di bulan berikutnya, kami akan datang di kota lainnya,” tutur Budjana yang akan mengumumkan kota selanjutnya.

Selama mengiringi karir solo Budjana, keempat musisi ini punya pengalaman yang berbeda. Demas, Syadu dan Marthin yang usianya dibawah Budjana mengaku terinspirasi dengan karya Budjana.

Foto Beb – Kolaborasi Dewa Budjana dan empat musisi

“Saya ikut Om Budjana dari tahun 2007. Dia membebaskan saya bermain apa adanya, nggak otoriter. Saya bisa mengeksplor apa yang saya inginkan dan diimbangi dengan karyanya,” aku Syadu.

Begitu pula dengan Demas yang mengaku impiannya terwujud bisa main bareng dengan sang idola. “Saya gabung dua tahun lalu. Dari dulu saya selalu mengikuti perkembangan musik Om Budjana. Nggak taunya saya bisa ikut terlibat dan ini satu penghormatan yang besar,” bangganya.

Foto Beb – Dewa Budjana

“Kalau saya baru bergabung empat tahun lalu. Sama dengan ucapan teman-teman, Budjana itu orang yang asyik. Bebasin kita berkarya tanpa dipatok harus ini itu. Satu kata untuk Budjana adalah Mahandini,” puji Marthin.

Sebagai penutup, peniup flute Saat Syah hanya menjawab dengan gelengan kepala. Ia mengaku gaya musik Budjana semakin meningkat dan sulit untuk diikuti. “Didengar karyanya terasa mudah tapi kita memainkan ulang, sulitnya minta ampun. Semakin hari semakin sulit dan bagus. Kalau nanti makin susah, saya mau mengundurkan diri saja,” canda Saat yang membuat awak media tertawa. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top