Jakarta, Prokabar – Satu dari Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 KemenPAN RB, Program IMUD jadi serbuan pengunjung IPS Forum di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).
Saat Prokabar.com mengunjungi gerai bernomor A68 ini, petugas IMUD sedang memberi penjelasan pada pengunjung. “Kelas ibu muda (IMUD) ini dilatarbelakangi dengan adanya angka kematian bayi dari ibu muda yang berusia 17 tahun. Jika dibiarkan bisa terjadi angka kematian yang lebih besar lagi,” terang Erna Mulyani, Koordinator Program IMUD Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang.
Sejak Maret 2016 hingga sekarang ini, kelas IMUD masih berjalan setiap bulannya. Tercatat setiap tahunnya, kelas tersebut diikuti 20 ibu muda dari satu kecamatan yang memiliki jiwa sekitar 48 ribu jiwa.
Menurut Erna dibentuknya kelas IMUD dilatarbelakangi adanya kematian bayi dari ibu muda di daerahnya. “Jadi ada satu seorang ibu muda yang bayinya meninggal. Dari situ kami tak ingin ada lagi hal yang sama,” jelasnya.
Mendengar adanya kasus kematian bayi dari ibu muda tersebut, pihaknya bersosialisasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk melakukan penyuluhan.

“Kelasnya kita isi pertemuan, narasumbernya berasal dari spesialis kebidanan, KUA. Jadi mereka belajar bagaimana membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Jangankan ibu muda, kita saja masih perlu belajar,” tambahnya lagi.
Ditambah lagi pengetahuan bagaimana merawat kehamilan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita dampingi mulai dari masa kehamilan sampai kelahiran. Tentang imunisasi juga kita berikan penyuluhan,” ungkapnya lagi.
Program yang tadinya untuk menekan angka kematian bayi dari ibu muda ini ternyata menarik perhatian KemenPAN RB sebagai lembaga pelayanan publik. “Kami buat program ini bukan untuk ikut lomba seperti ini. Tapi untuk menekan angka kematian bayi dari ibu muda. Ternyata terpilih menjadi Top 40 inovasi pelayanan publik,” pungkas Erna. (beb)
















