Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Profil Tim Liga 2 2020: PSMS Medan, Gaya “Rap-rap” yang Masih Kental


Note: Liga 2 2020 dalam 15 ke depan segera bergulir. 24 tim di dua wilayah segera bertarung untuk memperebutkan tiga tiket ke Liga 1 2021, salah satunya adalah Semen Padang FC. Mulai hari ini, Prokabar.com akan membedah tim-tim pesaing Semen Padang di Wilayah Barat.

Dibaca : 1.2K

PADANG, Prokabar – PSMS Medan, adalah tim legendaris di Indonesia, dengan label eks tim perserikatan. Tim berjuluk “Ayam Kinantan” ini mempunyai prestasi lima kali juara Divisi Utama Perserikatan. Tim yang akan genap berusia 70 tahun 21 April 2020 mendatang ini, sekarang akan terjun di Liga 2 2020.

Setelah era peleburan kompetisi perserikatan dan Galatama tahun 1994/1995, PSMS Medan justru mengalami penurunan prestasi. Ayam Kinantan berada dalam posisi mediocre.

Sampai akhirnya PSMS kembali ke kasta elit tahun 2017, sebagai runner up Liga 2 dan lolos ke Liga 1. Sayangnya, PSMS hanya numpang lewat, tahun berikutnya langsung terdegradasi kembali ke Liga 2, setelah menempati posisi 18 Liga 1 2018. Usaha PSMS promosi lagi tahun 2019 juga kandas di babak 8 besar.

Sekarang, tim legend dari Sumatra ini mencoba lagi meniti tangga menuju Liga 1. Ambisi besar ditunjukkan tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Persiapan musim 2020 jauh-jauh hari sudah dilakukan. Mereka salah satu tim yang dikenal paling serius mempersiapkan diri.

Salah satu uapaya menembus Liga 1, adalah merekrut pemain-pemain berkualitas eks Liga 1. selain itu mereka juga memulangkan para putra daerah eks Liga 1, diantaranya dari M.Riufqi dan Agung Prasetyo (Semen Padang), Abdul Rohim (Persebaya).

Dibawah besutan pelatih Philep Hansen, PSMS merenda mimpi kembali ke kasta tertinggi. Walaupun tim ini rentan dengan konflik internal dan selalu dihantui minimnya finansial, namun keseriusan tim tim yang dimanejeri Mulyadi Simatupang ini, tetap menjadikan PSMS layak diperhitungkan di Wilayah Barat Liga 2 2020.

PSMS tetaplah PSMS, tim yang punya trade mark gaya bermain tanpa kmpromi, keras, atau legend dengan sebutan gaya “rap-rap”. Itu adalah ciri khas permainan anak-anak Medan yang akan tetap terlihat di Liga 2 nanti.

Wajar pula, jika tim yang difavoritkan di Grup Barat seperti Semen Padang Fc, Sriwijaya FC, ataupun Badak Lampung FC, tidak boleh meremehkan kekuatan tradisional dari utara ini.

Data Klub PSMS Medan
Nama lengkap: Persatuan Sepak bola Medan dan Sekitarnya
Julukan: Ayam Kinantan
Berdiri: 21 April 1950
Homebase: Stadion Teladan Medan (Kapasitas 25.000)
CEO: Dody Thahir
Manajer: Mulyadi Simatupang
Pelatih: Philip Hansen
Fans Club: Kampak FC ((Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan Fans Club).

Skuad 2020
Kiper
Abdul Rohim, Adi Satrio, Herlian Arif

Bek
Afiful Huda, M Rifqi, Agung Prasetyo, Andre Sitepu, Syaiful Ramadhan, Ikhwani Hasanuddin, Andre Prambudi

Gelandang
Sutanto Tan, Legimin Raharjo, Elina Soka, Yohanis Nabar, Ichlasul Qadri,
Hamdi Sula, Yuda Risky Irawan, Eki Fuaji Sahputra, Ramdhani, Dody Alfayed, Fiwi Dwipan

Depan
Ari Hermawan, Azka Fauzi, Riski Novriansyah, Ananias Fingkreuw.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top