Profil Tim Grup D Piala Dunia 2022: Prancis, Dihantui Kutukan Juara Bertahan

Penulis -

Jumat, 28 Oktober 2022 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

France's national soccer team pose from left front row, Hugo Lloris, Laurent Koscielny, Olivier Giroud, Karim Benzema, Etienne Capoue, Jeremy Menez, from left back row, Mathieu Debuchy, Blaise Matuidi, Mamadou Sakho, Blaise Matuidi, and Moussa Sissoko, pose prior to a friendly soccer match France against Japan at the Stade de France stadium in Saint Denis, outside Paris, Friday, Oct. 12, 2012. Japan won 1-0. (AP Photo/Michel Euler)

France's national soccer team pose from left front row, Hugo Lloris, Laurent Koscielny, Olivier Giroud, Karim Benzema, Etienne Capoue, Jeremy Menez, from left back row, Mathieu Debuchy, Blaise Matuidi, Mamadou Sakho, Blaise Matuidi, and Moussa Sissoko, pose prior to a friendly soccer match France against Japan at the Stade de France stadium in Saint Denis, outside Paris, Friday, Oct. 12, 2012. Japan won 1-0. (AP Photo/Michel Euler)

Padang, prokabar – Prancis masih diperhitungkan di Piala Dunia 2022, walaupun menjelang iven, juara bertahan ini diterpa badai cedera pemain.

Les Bleus berada masuk di Grup D pada pagelaran Piala Dunia tahun ini. Mereka berada bersama Australia, Denmark, dan Tunisia.

Jika melihat komposisi grup tersebut, tim besutan Didier Deschamps jelas punya kans besar untuk bisa lolos ke babak knockout. Diyakini Prancis tak akan menemui hambatan berarti untuk lolos ke babak 16 besar.

Akan tetapi mereka juga harus berhati-hati dengan kutukan juara bertahan yang gagal lolos grup.

Prancis pun pernah mengalami hal tersebut pada 2002. Datang ke Jepang-Korea 2002 sebagai juara bertahan, Zinedine Zidane dan kawan-kawan langsung tersingkir di penyisihan grup.

Ketika itu mereka tergabung di Grup A bersama Denmark, Uruguay, dan Senegal. Dari tiga laga, Prancis gagal memenangkan satu pun pertandingan.

Mereka mencatatkan dua kekalahan dan satu imbang. Alhasil mereka harus mengakhiri Piala Dunia dengan bertengger di posisi buncit dan hanya mengoleksi satu poin.

Pada pagelaran kali ini mereka harus bisa mematahkan kutukan tersebut. Karena sejak 2022, belum ada tim yang berhasil lolos grup usai menjadi juara di edisi sebelumnya.

Setelah Prancis, ada Italia lalu Spanyol dan Jerman yang juga gagal lolos grup usai menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya.

Dengan skuad menterang, agak cukup memalukan jika Prancis gagal melangkah ke fase knockout pada Piala Dunia mendatang.

Selain datang sebagai status juara bertahan di Piala Dunia 2022, Prancis merupakan pengoleksi gelar terbanyak ketiga bersama Argentina.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Mereka telah memenangkan Piala Dunia dua kali pada 1998 dan 2018. Sementara mereka juga penah menjadi runner-up pada 2006.

Perjalanan ke Piala Dunia 2022
Prancis datang ke Piala Dunia melalui kualifikasi yang tidak begitu sulit. Mereka tergabung di Grup D pada Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa bersama Ukraina, Finlandia, Bosnia & Herzegovina, dan Kazakhstan.

Dari delapan pertandingan yang mereka jalani, Les Blues berhasil memenangkan lima diantaranya, sementara sisanya berkahir dengan tiga imbang.

Prancis mengakhiri kualifikasi dengan menempati urutan teratas dan mengoleksi 18 poin.

Selama kualifikasi Prancis juga tampil cukup subur. Mereka mencetak 18 gol dan hanya kemasukan tiga gol.

Pada pertandingan terakhir mereka menang telak 8-0 atas Kazakhstan di Stade de France. Hasil tersebut membuat Les Blues lolos otomatis ke Qatar.

Tahun lalu Prancis juga tampil di Euro 2020. Mereka lolos dari grup maut yang berisikan Jerman, Portugal, dan Hongaria.

Namun langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah 4-5 dari Swiss lewat adu penalti. Padahal pada laga tersebut Prancis sempat memimpin 3-1 terlebih dahulu di waktu normal.

Pelatih: Didier Deschamps
Didier Deschamps diangkat menjadi pelatih Tim Nasional Prancis pada 8 Juli 2012. Dia menggantikan Laurent Blanc yang mengundurkan diri usai Euro 2012.

Pada awal periode, Prancis di bawah Deschamps sempat mengalami masa naik turun. Di Kualifikasi Piala Dunia 2014, Les Blues kesulitan memenangkan pertandingan.

Mereka mereka kalah dari Spanyol dan Ukraina pada kualifikasi tersebut. Kemudian Prancis juga gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan persahabatan melawan Uruguay (0-1), Brasil (0-3), Belgia (0-0).

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Namun seiring berjalannya waktu, beberapa pemain muda bertalenta mulai bermunculan, seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe.

Saat menjadi tuan rumah di Euro 2016, Deschamps membawa Prancis melaju ke final bersama pemain-pemain topnya. Namun sayangnya gagal juara setelah dikalahkan Portugal.

Akan tetapi rasa pedih tersebut terbayar setelah Deschamps berhasil mengantar Prancis menjadi Piala Dunia dua tahun berikutnya.

Sebelum melatih Prancis, Deschamps pernah menangani AS Monaco (2001-2005), Juventus FC (2006-2007), dan Olympique Marseille (2009-2012).

Deschamps menangani Juventus ketika di Serie B dan berhasil mengantar mereka kembali ke Serie A hanya dalam semusim.

Sementara di Ligue 1, Deschamps mempersembahkan Marseille satu gelar liga (2009-2010), tiga Coupe de la Ligue (2009-2010, 2010-2011, 2011-2012) dan dua Trophee des Champions (2010, 2011).

Pemain Bintang: Kylian Mbappe
Kylian Mbappe adalah salah satu dari banyak pemain bintang yang ada di Timnas Prancis. Yang membedakan adalah ia merupakan pemain dengan value tertinggi di industri sepak bola saat ini, yakni senilai 160 juta euro (sekitar Rp2,4 triliun).

Penyerang 23 tahun tersebut juga merupakan pemain termahal kedua, setelah Neymar. Mbappe dibeli Paris Saint-Germain (PSG) pada 2018 dari AS Monaco sebesar 180 juta euro.

Selama berkarier sebagai pemain profesional, banyak gelar lokal yang telah dimenangkan oleh Mbappe. Total ia telah memenangkan lima gelar Ligue 1, satu dimenangkan bersama Monaco (2016-2017) dan empat bersama PSG (2017-2018, 2018-2019, 2019-2020, 2021-2022).

Sementara di level internasional, Mbappe telah memenangkan Piala Dunia (2018) dan UEFA Nations League (2020-2021) bersama Prancis.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Mbappe nyaris memenangkan Liga Champions saat PSG dikalahkan Bayern Munchen di final pada 2019-2020.

Prestasi di Piala Dunia: Juara pada 1998 dan 2018
Prestasi tertinggi Prancis di Piala Dunia adalah menjadi juara sebanyak dua kali pada 1998 dan 2018.

Pada 1998 Les Blues merengkuh gelar juara dunia di tanah sendiri setelah membantai Brasil 3-0 di final lewat dua gol Zinedine Zidane dan satu gol Emmanuel Petit.

Sementara pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Prancis mengalahkan Kroasia di final dengan skor cukup mencolok, 4-2.

Prancis juga pernah menjadi runner-up pada 2006 setelah dikalahkan Italia lewat babak adu penalti di final. Kemudian Le Blues sempat finis di tempat ketiga dua kali (1958, 1986) dan tempat keempat sekali (1982).

Daftar Skuad Sementara*
Kiper
Hugo Lloris (Tottenham Hotspur)
Alphonse Areola (West Ham / Paris Saint-Germain)
Mike Maignan (AC Milan)
Benjamin Pavard (Bayern Munchen)

Belakang
Raphael Varane (Manchester United)
Presnel Kimpembe (Paris Saint-Germain)
Lucas Hernandez, (Bayern Munchen)
Theo Hernandez (AC Milan)
Lucas Worthy (Aston Villa)
Julius Counde (Sevilla FC)
William Saliba, (Olympique Marseille / Arsenal)
Jonathan Clauss, (Lens)

Tengah
N’Golo Kante (Chelsea)
Matteo Guendouzi (Olympique Marseille / Arsenal)
Aurelien Tchouameni (AS Monaco)
Adrien Rabiot (Juventus)
Boubacar Kamara (Aston Villa)

Depan
Wissam Ben Yedder (AS Monaco)
Kingsley Coman (Bayern Munchen)
Antoine Griezmann (Atletico Madrid)
Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain)
Karim Benzema (Real Madrid)
Moussa Diaby (Bayer Leverkuse
Christopher Nkunku (RB Leipzig)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB