Padang, Prokabar – Kapastitas terpasang listrik di Sumbar bertambah sebesar 85 MW, seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).
“Ya, sudah mulai masuk. Dipasok ke jaringan listrik Sumatera milik PLN,” ungkap Manager Unit Proyek Pelaksana Jaringan Sumatera Barat PLN, Hendro Prasetyawan pada Prokabar di Padang, Selasa (17/12).
Perusahaan patungan PT Supreme Energy, ENGIE (Perancis) dan Sumitomo Coporation (Jepang) itu resmi memulai operasi komersil pembangkit tahap 1 di Solok Selatan.
Sementara, Chairman &Founder Supreme Energy, Supramu Santosa menyampaikan, berdasarkan perkiraan, listrik tersebut dapat memenuhi kebutuhan 340 ribu rumah tangga.
Supreme Energy memulai studi pendahuluan proyek pengembangan PLTP Muara Laboh di 2008. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada 2012 dan diikuti proses eksplorasi.
“Total investasi pengembangan tahap-1 ini US$ 580 juta,” terangnya.
Untuk tahap 2, dengan kapasitas sebesar 65 MW, perusahaan tengah berdiskusi bersama PLN dan Kementerian ESDM.
Investasi yang bakal dikucurkan sekitar US$ 400 juta. Kegiatan bakal dimulai setelah negosiasi jual beli listrik dengan PLN selesai.
Pengembangan itu, menurutnya, bukti komitmen perseroan dan mitra internasional terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Komitmen itu juga sejalan dengan rencana bauran energi di 2025 yang direncanakan pemerintah.
“Kami sangat menghargai dukungan yang kuat dan berkesinambungan dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan,” tutupnya. (tds)
















