Presiden Minta Anak Muda Berani Hadapi Tantangan dan Selalu Optimistis

Penulis -

Senin, 16 Juli 2018 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Sebagai sebuah negara besar, Indonesia sedang dan akan menghadapi tantangan-tantangan yang besar juga. Baik itu tantangan yang berasal dari dalam seperti radikalisme, intoleransi, terorisme, dan korupsi, maupun tantangan dari luar seperti perang dagang dan revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengisi kuliah umum pada Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasional Demokrat (NasDem) angkatan ke-2, di Gedung ABN NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 16 Juli 2018.

“Apa ancaman-ancaman yang kita hadapi sekarang ini? Di dalam negeri radikalisme, intoleransi, terorisme, itu tantangan besar kita ke depan. Korupsi, tantangan besar saat ini maupun ke depan. Kemiskinan, kesenjangan juga tantangan yang harus kita hadapi,” kata Presiden.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Presiden melanjutkan, ada empat hal yang diperlukan, yaitu produktivitas, etos kerja, elan atau semangat juang, dan disiplin. Presiden pun meminta anak-anak muda tidak gentar menghadapi tantangan-tantangan besar yang ada.

“Jangan sampai kita pesimis, gampang ragu, gampang takut menghadapi cobaan dan ujian. Sekali lagi, etos kerja, elan, ini harus terus kita dorong agar seluruh rakyat, seluruh masyarakat, terutama anak-anak muda memiliki itu. Yang keempat disiplin. Disiplin nasional harus kita perbaiki. Kalau jam 9 mulai, ya mulai. Kalau mundur 2 sampai 3 jam bukan disiplin itu namanya. Produktivitas, etos kerja, elan, disiplin nasional yang baik,” lanjutnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Presiden mengatakan arah, tujuan, dan target pembangunan Indonesia saat ini sudah nampak jelas. Ia pun yakin Indonesia akan masuk empat besar negara dengan ekonomi terkuat pada tahun 2045.

“Artinya, kalau nilai-nilai baru itu terus dikembangkan. Saya meyakini apa yang telah dihitung oleh Bank Dunia, dihitung oleh McKinsey, dihitung oleh Bappenas, bahwa tahun 2045 Indonesia akan menjadi empat besar ekonomi terkuat dunia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan reformasi yang terencana dan melakukan perubahan secara radikal dalam strategi pemikiran, strategi sistem-sistem sosial, dan strategi kepemimpinan dari level atas sampai level bawah.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Jika itu tidak kita lakukan, kita akan rutinitas, monoton, begini-begini saja, tahu-tahu negara lain sudah meninggalkan kita,” ucap Kepala Negara.

Presiden menjelaskan Indonesia saat ini sudah tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Namun dengan semangat juang yang tinggi, Presiden yakin Indonesia bisa melampaui dan berada di depan negara-negara tetangga tersebut.

“Saya ingin mengingatkan untuk bersama-sama dengan semangat tinggi, dengan militansi yang tinggi membangun negara ini bersama-sama. Kita ingin yang tadi sudah meninggalkan kita Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand bisa kita nantinya dengan semangat yang tadi saya sampaikan, bisa kita lampaui semuanya. Kita berada di depan mereka,” tuturnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB