Palembang, prokabar – Pelatih Sriwijaya FC, Nilmaizar, ternyata sudah punya jagaon tim yang akan lolos ke semifinal Euro 2021. Dari dua laga perempatfinal yang digelar Jumat (2/7) malam WIB, dan Sabtu (3/7) dinihari WIB, Nil prediksi dua tim yang lolos ke semifinal. Tim mana saja?
Untuk laga Jumat malam antara Swiss vs Spanyol, pelatih asal Payakumbuh menyebut dua tim tersebut sedang on fire, setelah melewati babak 16 besar dangan meyakinkan.
“Spanyol memang banyak diunggulkan, karena secara tradisi dan reputasi di ajang Euro, Spanyol jauh diatas Swiss.”katanya saat berbincang dengan bolabeten,com via telepon, Jumat petang.
Nil terkesan dengan kebangkitan Spanyol pada dua laga terakhir di Euro 2021, saat mengalahkan Slovakia 5-0 di matchday terakhir Grup E, disusul menyikat Kroasia 5-3 di 16 besar, membuat Spanyol kembali melejit di bursa calon juara.
“Mencetak 10 gol di dua laga, dan kebobolan tiga gol, adalah statistik yang sangat meyakinkan. Spanyol tercatat sebagai tim paling produktif di Euro 2021 sejauh ini. Dengan statsitik Itu Spanyol sedang on fire, dan layak diunggulkan atas Swiss.”ulasnya
Tapi Nil menggarisbawahi, tentu tak semudah itu bagi Spanyol. karena Swiss juga sedang dalan trend bagus usai mengalahkan Prancis di 16 besar. Mampu bermain sebagi tim yang solid, itulah Swiss. Ditambah kemampuan luar biasa individu pemainnya seperti Granit Xhaka atau Xherdan Shaqiri, Swiss akan mampu memberi perlawan hebat bagi Spanyol.
“Tidak tertutup kemungkinan laga berlangsung sampai extra time, bahkan bisa saja diakhiri adu penalti. Tapi saya yakin Spanyol akan bisa melewati Swiss.”
Belgia vs Italia
Untuk pertandingan ini, Nil menyebut kedua tim seharusnya bertemu di final. Ini duel dua tim yang sejauh ini mencatat hasil sempurna di Euro 2021. Bertandingan di tempat netral di Allianz Arena, membuat peluang kedua tim menjadi fifty-fifty.
“Dari segi materi pemain, keduanya relatif seimbang. Namun Italia punya kelebihan dalam hal untuk stabiltas tim dan kedalaman skuad. Kemampuan pemain inti dan cadangan nyaris tak berbeda.”ujarnya
Nil memberi gambaran, saat lawan Austria di 16 besar, dua gol kemenangan Italia justru disumbangkan oleh dua pemain pengganti. Berbeda dengan Belgia yang sepertinya terlalu bergantung kepada para pemain bintangnya, seperti Romelu Lukaku, Axel Wisel, Eden Hazard, atau kevin De Bruyne.
“Kabar buruknya, Hazard dan de Bruyne diragukan bisa tampil karena cedera. Ini bisa menjadi celah bagi Italia untuk mengalahkan Belgia.”beber pelatih 51 tahun itu.
Hal lain yang membuat Nil percaya Italia sedikit diunggulkan, adalah tradisi dan track record di Turnamen besar, artinya Italia lebih punya mental juara.
“Italia adalah pemenang empat Piala Dunia dan satu kali juara Euro. Capaian tertinggi Belgia hanya finalis Euro 1980 dan semifinalis Piala Dunia 1986.”tutupnya.(*)
















