Dharmasraya, Prokabar- Kegiatan Sumdarsin anak usia 6-11 tahun dilaksanakan SDN Rujukan Nomor: 20 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, dihadiri langsung oleh Kombes Pol Nina Febri Linda. S. H. M.H., Kabid Kum Polda Sumbar.
Selain itu juga tampak hadir, AKBP Aries Setiyoningsih., S I. K., Kasetum Polda Sumbar, Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah. S. I. K., Wakapolres Kompol Alwi Haskar, pejabat utama Mapolres Dharmasraya, tersebut, bekerja sama dengan Pemkab Dharmasraya, Kepala Dinas Pendidikan, Marius, S. Pd., M. M., Staf Ahli Bupati H Martoni, Dandim 0310/SSD diwakili Koramil Pulau Punjung Kapten Ch Tuti Handayani, Kepala Bapeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak, serta para wali murid, Jumat (4/2/22).
“Berbeda dari sebelumnya, kegiatan Sumdarsin kali ini, sasarannya adalah anak pelajar usia 6-11 tahun. Wilayah hukum Polres Dharmasraya sasarannya seluruh SD se-Dharmasraya,” Terang AKBP Nurhadiansyah, dimainin Kadis Pendidikan Marius.
Ia juga menyebutkan, kegiatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini telah di mulai sejak hari Kamis (3/2/22) kemarin. Kedepan juga akan dilanjutkan ke setiap sekolah SD yang ada.
“Adapun target pencapaian vaksinasi di wilayah Dharmasraya sekira 70-80 persen, ” Sela Kadis Pendidikan Marius. S. Pd., M. M.
Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya anak-anak mendapatkan vaksin, serta dukungan penuh dari orang tua murid.
Secara terpisah Kombes Pol Nina Febri Linda. S. H. M.H., Kabid Kum Polda Sumbar, berikan apresiasi kepada seluruh murid, serta kepala sekolah dan para majelis guru SDN Rujukan Nomor:20 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, karena juga ikut berjibaku dalam mengsukseskan Sumdarsin anak usia 6-11 tahun.
Sesuai pantauan dilapangan, kegiatan vaksinasi berjalan sukses dan lancar. Bahkan, para wali murid juga sangat antusias, mendorong penuh anaknya untuk di vaksin.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Ninafebri linda. S. H. M.H., Kabid Kum Polda Sumbar, juga memberikan bingkisan kepada sekolah untuk di bagikan kepada seluruh peserta vaksin.
“Terpenting, dalam kegiatan vaksinasi ini, membuat anak nyaman dan tidak merasa takut. Makanya, anak-anak suguhi dengan pertunjukan badut, sebagai hiburan, dan mendapatkan hadiah, ” Ulasnya.
Selain itu, sebelum dilakukan vaksinasi terhadap anak, diperlukan izin orang tua. Setelah itu, baru dilakukan screening untuk memastikan anak ini sehat atau tidak. Bagi anak kurang sehat, maka tidak di lakukan vaksinasi terhadap dirinya.
“Pemerintah tentu memiliki keinginan penuh agar anak bangsa tetap sehat dan cerdas. Maka dari itu, kedepan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, seluruh murid dan guru sudah dalam keadaan sehat, ” Tambah Kapolres AKBP Nurhadiansyah.
Ia juga menghimbau kepada seluruh orang tua, agar mendorong anak-anak untuk melaksanakan suntik vaksin Covid-19. Karna suntik vaksin merupakan obat diberikan kepada anak dalam meningkatkan imun tubuh. Sehingga mampu untuk menangkis penyakit yang akan menyerang tubuh anak. (Fatafza)
















