Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pilkada Pasaman, Benny-Sabar Lawan Kotak Kosong, Atos Pratama Kalah Sebelum Perang

Dibaca : 411

Pasaman, Prokabar — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) di Pasaman teramat menarik. Lobi-lobi partai politik untuk dinahkodai oleh bakal pasangan calon pemimpin di daerah itu, sudah hampir di ujung finish, sebab pendaftaran pasangan calon oleh KPU bakal dibuka pada 4 September mendatang.

Menariknya, pasangan bakal calon Benny Utama dan Sabar As dari partai Golkar dan Demokrat bakal melawan kotak kosong. Ini sudah hampir dipastikan begitu.

Ketua DPD Golkar Pasaman, Syahrizal Yusuf menjelaskan, hingga Kamis (3/9) malam, pasangan Benny-Sabar sudah didukung oleh beberapa partai dari fraksi-fraksi di DPRD Pasaman. Mulai dari Golkar sendiri yang memiliki empat kusri, Demokrat empat Kursi, Nasdem tiga kursi, PPP empat kursi, PKB empat kursi, PDI satu kursi dan PAN empat kursi.

“Jadi dari tujuh partai itu sudah 24 kursi yang mendukung pasangan Benny Utama – Sabar,” kata Syahrizal.

Pantauan Prokabar.com, di DPRD Pasaman masih terdapat tiga partai lagi yang bisa berkoalisi untukmengusung pasangan calon. PKS, Hanura dan Gerindra. Dimana, menurut persyaratan partai politik atau gabungan partai politik harus memperoleh paling sedikit 25% suara sah pada Pemilu tahun 2019 yang berarti berjumlah paling sedikit 39.067 suara untuk mengusulkan sebagai calon kepala daerah. Dimana, dalam alternatif lainnya, pasangan calon bisa mendaftar dengan mendapatkan paling sedikit 20% kursi dari 35 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Pasaman yang berarti berjumlah paling sedikit tujuh kursi.

Dari tiga partai yang tersisa, PKS memiliki lima kursi, Hanura satu dan Gerindra lima kursi juga. Gerindra telah mengusung pasangan calon Atos Pratama dan Saleh Nasution. Namun ini belum cukup untuk maju, butuh koalisi untuk mendapatkan jumlah syarat tujuh kursi.
Saat didesak PKS telah memberikan rekomendasi ke pasangan Benny – Sabar, Syahrizal mengelak dan tersenyum lebar. “Kita lihat saja nanti,” kata Syahrizal.

Di sisi lain, PKS menjadi partai penentu untuk pasangan calon Atos Pratama – Saleh Nasutian untuk bisa mendaftar. Namun, sudah menjadi rahasia umum, PKS tidak merekomendasikan pasangan Atos Pratama, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Pasaman dan Saleh Nasution, mantan Sekda Pasaman yang telah pensiun.

Di dunia maya hingga grup whatsapp sudah bertaburan foto nota B 1 KWK partai PKS yang merekomendasikan Pasaman Benny Utama dan Sabar. Bahkan foto dokumen tersebut diduga kuat asli, karena ada stempel basah dan matrai 6000, dimana ditandatangani oleh presiden DPP PKS, M. Sohibul Iman dan Sekretarisnya, Mustafa Kamal tertanggal 27 Agutus 2020.

Lebih lanjut, dengan tersebarnya dokumen ini, sudah dipastikan pasangan Atos – Saleh tidak bisa melangkah lebih jauh. Ia kalah sebelum perang. Terpaksa pasrah karena tersandung perahu (syarat dukungan partai) untuk berlaga di Pilkada Pasaman. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top