Denpasar, Prokabar — Pertemuan tahunan atau Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group (AM IMF-WB) 2018 di Nusa Dua Bali tidak hanya akan menguntungkan Bali, namun secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian nasional.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, mega event internasional itu juga akan membawa efek positif bagi pariwisata di Indonesia. Sebab, menurutnya, acara ini menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Yang ditawarkan tidak hanya pariwisata Bali saja, namun ada juga tempat wisata lain di Indonesia, seperti Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan lain-lain,” katanya, seperti dikutip dalam wawancara khusus dengan Metro TV, Senin (8/10/2018) seperti dikutip dalam keterangan resmi panitia AM IMF-WB.
Perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan, selain mendorong pertumbuan ekonomi wilayah Bali sekitar 0,6 persen hingga di atas 6,5 persen pada 2018 ini, pertemuan ini secara tidak langsung juga akan meningkatkan perekonomian nasional.
Apalagi menurut Dody, saat ini sudah banyak delegasi dari luar negeri yang sudah memesan sejumlah paket perjalanan wisata, tidak hanya di Bali namun juga beberapa lokasi lain di Indonesia.
Seperti diketahui, penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB 2018 di Nusadua Bali diikuti oleh sekitar 34 ribu peserta yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi dan media.
Memaksimalkan pariwisata menjadi salah satu saran Bappenas untuk memaksimalkan dampak ekonomi dari pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Untuk mendorong pengeluaran peserta, maka perlu adanya penawaran menarik kepada peserta untuk berbelanja, seperti pemberian bundling, pembuatan paket souvenir, dan great sale.
Selain itu juga perlu penyediaan stand produk-produk lokal yang menarik perhatian agar dikunjungi oleh peserta. Rekomendasi ini dilaksanakan, terlihat dari berdirinya sejumlah stand penjualan produk lokal dari berbagai provinsi Indonesia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) sejak hari pertama pertemuan berlangsung.
Bappenas juga merekomendasikan kerjasama dengan hotel-hotel dalam menawarkan paket wisata maupun souvenir kepada peserta selama IMF-WB Annual Meeting berlangsung.
Untuk memaksimalkan kunjungan wisata, perlu travel guide bagi wisatawan mancanegara yang berisi pengenalan budaya Indonesia, pilihan destinasi wisata, daftar akomodasi, tempat makan, dan pusat belanja. Juga ada event pariwisata yang menonjolkan budaya nasional terutama Bali, dan meningkatkan awareness wisatawan mancanegara akan destinasi wisata baik di Bali maupun di luar Bali.
Dengan begitu akan terbangun citra citra positif agar peserta mau berkunjung kembali ataupun merekomendasikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Dengan memberikan kesan yang baik, maka gaung pasca IMF-WB AM juga masih didapat terutama dari ulasan terkait momen berkesan selama acara di konten promosi wisata.
Itulah sebabnya, event AM IMF-WB menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menciptakan branding Indonesia yang baik mengiringi kesuksesan Asian Games 2018. (*/hdp)
















