Artikel

Pertanian Paninjauan, Kisah Petani Otodidak dan Produk yang Lintas Provinsi


Paninjauan, nama nagarinya. Letaknya di kaki gunung Marapi, dengan ketinggian 700-800 dpl.

Nagari Paninjauan, sekeping Tanah surga (Foto: Drone/Rizal Marajo)

Dibaca : 896

Oleh : Rizal Marajo

Paninjauan, nama nagarinya. Letaknya di kaki gunung Marapi, dengan ketinggian 700-800 dpl. Udaranya sejuk dan bersih, bahkan seorang teman dari negeri seberang yang datang bertamu spontan mengatakan, hawanya serasa berada di kawasan Batu, Malang.

Ibarat sekeping tanah surga yang diturunkan ke bumi. Indah alamnya, hijau, dan dari titik tertinggi akan terlihat keindahan Danau Singkarak nun jauh disana. Dan, tanahnya subur, para petaninya menikmati itu.

Petani dan pertanian itulah kata kuncinya, jika berbicara tentang Paninjauan. Mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai petani. Tanah yang subur, adalah aset bernilai tinggi, hadiah terbaik dari langit.

Bersua benar di Paninjauan idiom yang mengatakan; “Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu jadi tanaman.”

Disana apa yang ditanam akan tumbuh, menghasilkan, dan bisa memberi nilai lebih pada warganya. Kecuali karambie, tetap bisa tumbuh, tapi tak bisa berbuah di Paninjauan.

Pertanian di Paninjauan tak melulu soal sawah, padi, gabah, atau beras, yang selalu jadi objek ocehan para pakar dan pengamat pertanian kalau berbicara tentang statistik angka-angka pertanian.

Bagi petani Paninjauan, tanaman padi hanya selingan, karena yang lebih banyak adalah dijadikan lahan kering untuk tanaman palawija atau holtikultura.

Sawah dan tanaman padi sekaligus berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah. Karena kalau terus-terusan dijadikan lahan kering, kesuburan tanah semakin lama kian berkurang, semakin kurus.

Faktanya, memang holtikultura lebih dominan di Paninjauan, bahkan bisa disebut brand-nya pertanian Paninjauan. Orang akan berbicara tentang pedasnya cabai Paninjauan, berkualitasnya sawi Paninjauan, hijaunya seledri Paninjauan, terkenalnya bawang daun Paninjauan, atau jahe Paninjauan yang selalu dicari.

Jika Anda berada di Pasar Padang Luar, Koto Baru, atau Pasar Sayur Padang Panjang, mungkin sekitar 50-60 persen produk holtikultura yang beredar disana adalah hasil keringat para petani Paninjauan.

Di Pasar-pasar itu, truk-truk sayur siap membawa produk itu ke berbagai daerah, termasuk lintas Provinsi, seperti Riau atau Jambi. Tentunya juga dibawa ke kota-kota di Sumbar, Padang, Pariaman, Batusangkar, Solok, Painan, dan sebagainya.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top