Perokok di Sumbar Didominasi Usia Remaja

Penulis -

Minggu, 20 Januari 2019 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Perokok di Sumatera Barat didominasi usia 15 sampai 19 tahun atau usia remaja yang mencapai 40,1 persen dari total penduduk yang merokok.

Temuan itu merupakan hasil penelitian yang dilakukan akademisi Politeknik Kesehatan Padang beberapa waktu terakhir.

“Dari 1,2 juta perokok di Sumbar terungkap yang paling banyak merokok pada usia pelajar,” kata Akademisi Politeknik Kesehatan Padang Sari Arlinda di Padang.

Ia menyampaikan hal itu pada fokus grup diskusi dengan tema Peranan Organisasi Masyarakat Mewujudkan Kota Padang Tanpa Iklan Promosi dan Sponsor Rokok digelar oleh Ruandu Foundation.

Bahkan menurutnya tidak hanya didominasi usia remaja juga terdapat anak usia 5 sampai 9 tahun yang merokok dengan jumlah 1,5 persen dan 10 sampai 14 tahun 13,7 persen.

Sementara di Padang dari 876.880 jiwa penduduk jumlah perokok dengan usia di bawah 20 tahun mencapai 323.963 orang atau 66,2 persen.

Tidak hanya itu ia menemukan dari lima SMA yang disurvei dari 1.000 siswa 59 persen atau lebih separuh merokok.

Menurutnya seseorang merokok banyak dipengaruhi oleh rekan sebaya apalagi remaja yang sedang dalam proses pencarian jati diri.

Kemudian iklan dan promosi yang dikemas secara menarik juga merupakan salah satu faktor yang mendorong remaja untuk merokok, kata dia.

Pada sisi lain ia melihat industri rokok menjadikan remaja sebagai target konsumen karena diharapkan menjadi pengganti para perokok yang nantinya akan meninggal atau proses regenerasi.

Karena itu industri rokok berlomba-lomba memperkenalkan mereknya pada remaja, karena mereka memahami remaja akan setia pada merek rokok pertama yang dihisap, ujarnya .

Sementara Manajer Program Ruandu Foundation Wanda Leksmana menyampaikan saat ini di Padang telah diberlakukan Peraturan Wali Kota tentang pelarangan iklan rokok.

Peraturan ini dinilai cukup efektif karena sejak 2018 tidak ada lagi iklan rokok di ruang publik kecuali videotron yang kontraknya belum berakhir, katanya.

Akan tetapi ia berharap Perda Kawasan Tanpa Rokok yang setelah diparipurnakan pada Desember 2017 mengalami kebuntuan bisa segera disahkan.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Christian Pulisic, kapten tim AS melawan Paraguay (foto: AP)

Piala Dunia 2026

Gulung Paraguay 4-1, Start Memukau Tuan Rumah Amerika Serikat

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:43 WIB

Ismail Kone man of the meatch Kanada vs Bosnia Herzegovina (foto: AFP)

Piala Dunia 2026

Kanada vs Bosnia dan Herzegovina 1-1, Ismael Kone Man of the Match

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:38 WIB