Nasional

Perjuangkan Hak Disabilitas, Pak Bibit Keliling Indonesia

Payakumbuh, Prokabar – Kondisi fisiknya mungkin tidak sempurna, untuk bisa berjalan saja Bibit Wahyu Dianto harus menggunakan alat bantu berupa tongkat di kanan dan kirinya.

Meski memiliki kekurangan secara fisik karena kedua kakinya yang tidak normal, semangat dan keteguhan hati pria 55 tahun ini patut dicontoh.

Bagaimana tidak, sebagai penyandang disabilitas, ia memiliki impian untuk mengelilingi Indonesia dan sampai sejauh ini sudah sembilan provinsi yang telah dilewatinya. Bagaimana cerita pria yang akrab disapa Bibit ini?

Diantara ribuan penyandang disabilitas yang mendatangi Aula Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang terletak di Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota untuk menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional, Minggu (9/12), terlihat seorang pria dengan tongkatnya turun dari sepeda motor roda tiga yang diparkir tidak jauh dari pintu gerbang aula.

Dengan rambut yang mulai memutih karena termakan usia, pria itu melempar senyum kepada setiap orang yang melihat ke arah dirinya. Diantara orang-orang yang berada tidak jauh dari tempatnya memarkir motor tersebut ada yang menyempatkan untuk berhenti sejenak.

Mereka berhenti bukan karena heran dengan kondisi bibit yang harus berjalan menggunakan bantuan tongkat, karena memang di lokasi tersebut cukup banyak penyandang disabilitas lain yang juga berjalan dengan bantuan tongkat.

Alasan utama orang-orang yang hadir di situ menghampiri motor roda tiga milik Bibit adalah untuk membaca dengan jelas tulisan yang tertera di bagian depan dan samping motor itu.

Pada bagian depan motor yang sudah diberi kaca itu tertera tulisan “Jaga Jarak! Orang Disabilitas Keliling Indonesia.” Sedangkan di sisi kiri dan kanan motor juga ada tulisan lain yang cukup menarik perhatian.

“Pak Bibit keliling Indonesia memperjuangkan hak-hak disabilitas.” Dua potong kalimat di sepada motor roda tiga itu yang kemudian memancing minat orang-orang yang hadir di lokasi tersebut.

Pada saat peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bibit kemudian dipanggil Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos Rachmat Koesnaedi untuk naik ke atas panggung.

Dalam kesempatan itu, Rachmat memuji semangat dan keteguhan hati Bibit yang meski memiliki kekurangan secara fisik tetap memiliki ambisi besar, yaitu keliling Indonesia dengan sepeda motor.

“Saya saja yang non-disabilitas mungkin tidak mampu melakukan apa yang dilakukan Pak Bibit ini. Hal ini membuktikan kalau penyandang disabilitas juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sama dengan non-disabilitas,” kata Rachmat.

Bibit sendiri seusai kegiatan mengatakan, kalau dirinya sudah memulai petualangan untuk mengelilingi Indonesia semenjak beberapa bulan terakhir.

Dia berangkat dari rumahnya di Desa Mangunan, RT 3 RW 3, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Bilitar, Provinsi Jawa Timur semenjak 24 Juli 2018.

“Termasuk Sumbar sudah sembilan provinsi yang saya lewati. Rencananya dari sini saya rencananya ke Pekanbaru kemudian terus ke Medan,” kata Bibit dengan nada suara yang menyimpan optimisme tinggi.

Meski usianya tidak lagi muda, ayah dua anak ini mengaku cukup yakin kalau dirinya akan mampu menuntaskan misinya, yaitu mengelilingi Indonesia. Meski perjalanan yang harus ditempuhnya tidak mudah dan cukup banyak rintangan yang menghadang, Bibit mengaku cukup sering mendapat bantuan ketika singgah di satu daerah.

“Saya kadang singgah dua atau tiga hari di satu daerah. Semuanya menyambut baik, tidak ada anggapan negatif yang datang,” lanjut Bibit.

Dikatakannya, meski impiannya untuk bisa mengelilingi Indonesia dengan sepeda motor roda tiga terbilang nekat, bahkan untuk orang non-disabilitas sekalipun, Bibit menyebut kalau istri beserta dua anaknya memberikan dukungan penuh. “Alhamdulillah ketika singgah di satu daerah ada saja yang membantu,” ulasnya.

Terkait motivasinya untuk bisa mengelilingi Indonesia, Bibit menyebut kalau hal itu adalah bentuk kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti yang tertera di motor roda tiganya, mempejuangkan hak-hak disabilitas, Bibit ingin membuktikan kalau penyandang disabilitas juga memiliki cinta yang sangat besar terhadap NKRI, bahkan bisa lebih besar dibandingkan non-disabilitas.

“Saya ingin mengetahui seluruh kepulauan Indonesia. Ini adalah bentuk kecintaan kepada NKRI,” terang Bibit.(*/mbb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top