Perantau di DKI Jakarta Wacana Danau Maninjau Jadi Konservasi

Penulis -

Sabtu, 14 Juli 2018 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Festival Danau Maninjau 2018 telah usai digelar Minggu Lalu. Kegiatan tersebut terselenggara dengan baik dan sukses. 1000 Tambua Tansa Minangkabau yang menggemparkan langit pagi DKI Jakarta tersebut diharapkan mencapai nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan perantau membangun kepedulian terhadap kampung halamannya.

Tujuan utama kegiatan tersebut adalah pelestarian Alam dan Seni Budaya Danau Maninjau. Danau yang sudah rusak parah akibat Keramba Jaring Apung (KJA), dan mulai melemahnya minat generasi muda terhadap kesenian Tambua Tansa.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ketum Bamus Perantau Salingka Danau Maninjau, Hendry Harmen mengatakan kegiatan lebih menarik simpatik Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah beserta seluruh lapisan masyarakat, peduli terhadap kelestarian Danau Maninjau.

“Danau Maninjau sudah Over kapasitas dan berdampak buruk penurunan kualitas air, bahkan sampai pencemaran lingkungan. Sudah 4 tahun ini, kami bersama Pemprov Sumbar dan Pemda Agam, berjuang mengatasi masalah tersebut,” Kata Hendry.

Senada dengan Ketua Panitia Festival Danau Maninjau 2018, Walneg S. Jas mengungkapkan kekayaan alam, kesenian dan budaya Salingka Danau menjadi perhatian serius dari perantau. Selain Danau yang tercemar, Gandang atau Tambua Tasa selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Agam. “Setiap Pernikahan atau pesta rakyat Agam, Tambua Tasa adalah bagian penting terutama saat arakan dari rumah penganten pria menuju rumah penganten wanita,” tutur Walneg S. Jas.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Selain Parade Tambua dan Tansa lanjutnya, juga menggelar Seminar, Diskusi Ilmiah dengan banyak audiensi. “Kami akan memperjuangkan Danau Maninjau dapat ditetapkan sebagai Danau Konservasi. Kami juga akan menggalang dana untuk bisa memberdayakan masyarakat sebagai modal awal beralih ketergantungan terhadap Keramba Jaring Apung atau KJA,” tuturnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Walneg juga mengatakan akan kembali mengaktifkan Tim Tasforce (Satgas) Dedicate untuk membersihkan air dipermukaan danau. “Kami juga menghadirkan 500 UMKM serta Fashion Show Busana Minangkabau. Berharap semua visi dan misi pelestarian alam dan seni budaya ini, dapat bermanfaat dan terwujud,” tutup Ketua Panitia Festival Danau Maninjau Tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB