Jakarta, Prokabar – Nama Andrea Miranda dikenal sebagai penyanyi yang juga pemeran utama disejumlah teater musikal dan opera. Sebut saja di Opera Ainun, Andrea berperan sebagai Ibu Hasri Ainun Habibie. Begitu juga di teater musikal Into The Wood dan pagelaran drama tari Genta Sriwijaya, Andrea menjadi pemeran utamanya.
Kali ini Andrea mulai melakukan gebrakan di industri musik Indonesia. Putri dari sang maestro Purwa Tjaraka ini baru saja merilis single terbaru berjudul Perahu Di Atas Bukit. Single ini rupanya menjadi projek pertama Andrea bersama suami tercinta, Ammir Gita.

Seperti yang diceritakan Andrea pada Prokabar.com, single ini diangkat dari pengalaman yang pernah ia rasakan. Itulah yang membuat wanita kelahiran 14 Februari 1986 ini ingin mengungkapkannya lewat lagu.
“Setiap orang pasti pernah merasa kehilangan arah dalam hidupnya. Lagu ini lahir, karena saya pernah merasa orang di sekitar saya bisa bergerak maju lebih cepat. Saya pernah merasa sendirian dan tertinggal,” tutur Andrea saat ditemui di studio musik Purwacaraka di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Ditambahkan Andrea pembuatan single ini sebenarnya tidak lama. Hanya saja saat itu, Andrea tengah disibukkan dengan projek opera dan teater musikal. “Tadinya mau launching itu akhir tahun lalu. Tapi karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan akhirnya mundur,” akunya.
Dibalik judulnya pun Andrea menuturkan filosofinya. Kata-kata tersebut keluar di fikiran Andrea ketika melihat sebuah perahu di atas bukit, tepatnya di kawasan wisata Nusa Penida, Bali.
“Jadi filosofinya adalah tidak mungkin ada perahu di atas bukit. Bukan pada tempatnya, seperti lagu ini menggambarkan seseorang yang nasibnya seperti perahu yang terdampar di atas bukit. Menunggu air yang tidak akan pernah datang kecuali ia bergerak sendiri mencari air atau arus,” tambahnya lagi.
Sedangkan dari sisi musiknya, Ammir membuatnya secara teater musical sesuai dengan permintaan dari Andrea, namun dikemas lebih modern agar terdengar lebih catchy dan easy listening.

“Jadi sebenarnya pada saat produksi, Andrea memilihnya secara konsep sangat musical. Nah, di Indonesia sendiri musical teater seperti itu kan masih dikit banget pendengarnya, ada cuma sedikit,” ujar Ammir.
Melihat kondisi seperti itulah, Ammir dan Andrea mencoba menggabungkan musikal teater modern. Kami coba membuat sesuatu yang mood dan karakter musikalnya. Secara soundnya lebih kepada modern dengan orkestrasi dan piano klasik,” pungkas Ammar. (beb)
















