Pentolan Suporter Angkat Bicara, Semen Padang FC Ibarat Gadis Cantik yang Tidak Berdaya

Penulis -

Rabu, 15 Januari 2020 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kondisi Semen Padang FC yang tak menentu usai terdegradasi ke Liga 2, mengundang keprihatinan banyak pihak karena belum adanya kepastian apakah akan ikut Liga 2 atau tidak. Masalah finansial yang mendera tim, membuat khawatir kalangan suporter tim atas eksisitensi tim ke depan.

Pendiri sekaligus Panglima Spartacks, Rahmat Istiqlal mengaku sangat kecewa dan sedih dengan keadaan tim sekarang.”Kalau kami dari kalangan suporter, Spartacks khususnya tentu merasa kecewa, sekaligus sedih. Tim lain sudah mulai persiapan kompetisi 2020 dan rekrutmen pemain, kita belum ada pergerakan sama sekali. Malah pemain satu-persatu pergi meninggalkan tim.”ujarnya pada media ini.

Lelaki yang akrab disapa Dedek itu mengaku, sejauh ini terus menjalin komunikasi dengan pihak manajemen soal rencana tim ke depan, namun belum ada kepastian. “Katanya masih manunggu kejelasan investor yg baru. Tapi kita berharap ke depan manajemen lebih terbuka, ajaklah suporter untuk komunikasi. Jangan ketika situasi sedang tidak menguntungkan baru ingat suporter.”ujar Dedek.

Namun, pandangan lebih luas disampaikan pentolan Spartacks lainnya, Vembi Fernando Piliang. Dia mengibaratkan Semen Padang FC seperti seorang gadis cantik yang tidak berdaya, kebingungan, dan tak tahu harus berbuat apa, terkait dengan kondisi sulit yang dihadapi “Kabau Sirah” sekarang.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

“Kuncinya adalah pengelolaan. Di era sepakbola profesional, pengelolaan SPFC sangat jauh dari kata profesional. Buktinya untuk mencari dana guna menghidupi tim saja susah.”katanya.

Padahal, menurut Vembi seharusnya SPFC itu paling dilirik oleh pihak sponsor, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Ada hal yang membuat SPFC harusnya mudah mendapatkan sponsor. Pertama, SPFC dilihat oleh pihak luar sebagai sebuah entitas bisnis yang cukup kuat, dibelakang mereka ada PT. Semen Padang yang katanya adalah induk.

Kedua, SPFC bukan tim yang lahir kemarin sore, tim ini sudah ada 39 tahun yang lalu harusnya pengelolaan tim ini sudah harus profesional, apalagi SPFC pernah kuat dan berlaga di kompetisi Asia. Ketiga, basis massa SPFC kuat baik di Ranah Minang maupun di rantau.

Modal itu kalau dimaksimalkan seharusnya sudah cukup untuk menjadi magnet sponsor rebutan memasang logo di jersey SPFC. “Tapi apa yang terjadi? Semua modal itu seperti sia-sia. Seperti ada batu besar yang menghalangi tim ini menjadi besar. Jajaran manajemen PT. KSSP tiga musim terakhir selalu dipusingkan dengan anggaran yang membuat tim SPFC harus naik turun kasta.”lanjutnya.

Bahkan anak muda kreatif jebolan salah satu perguruan tinggi di Malang ini menilai dalam tiga musim terakhir SPFC berjalan seperti tidak memiliki visi. Jangankan visi, setiap tahun yang dipikirkan bagaimana tim bisa memulai kompetisi dan mengakhiri kompetisi tanpa tunggakan gaji.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

“Musim 2019 menjadi tahun paling mengerikan saya lihat. Sebagai suporter, saya hanya berharap kelola lah tim ini lebih profesional. Pengelola yang profesional akan kreatif untuk mendatangkan sponsor.

“Sebenarnya banyak sekali corong-corong pemasukan yang belum digarap serius oleh manajemen. Saya sebagai supporter melihat, karena pengelola PT. KSSP statusnya masih karyawan PT. Semen Padang. Beban mereka saja sudah berat di PT semen Padang, bagaimana akan maksimal mendongkrak pemasukan?”lanjut Vembi.

Dia menyarankan, kalau memang serius cobalah berikan kepercayaan penuh orang-orang profesional mengisi pos-pos penting klub ini guna memutar roda ekonomi klub. Sebut saja marchandise, sejak SPFC di Liga 1, lalu terlempar ke liga 2, lalu promosi lagi ke liga 1, dan degradasi kembali ke liga 2, sisi marchandise ini masih belum digarap maksimal.

“Bahkan untuk sekadar boneka kerbau pun, supporter memproduksi sendiri akhirnya. Belum lagi kaos, jaket, dan pernak pernik lain. Tapi saya hargai beberapa perkembangan dari sisi online shop SPFC, supporter sudah bisa berbelanja melalui website SPFC. Ada kemajuan disisi inovasi penjualan, namun belum maksimal dalam pemasaran.”

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Dari sisi media, klub ini memiliki Semua media sosial yang digunakan oleh target pasar. Ada website, Instagram, facebook, twitter, youtube. Harusnya itu semua menjadi sumber uang bagi tim.

Mungkin tidak besar, tapi apabila dikelola dengan baik dengan konten-konten menarik dan mengundang banyak orang untuk singgah itu bisa dipakai untuk meyakinkan sponsor bahwa tim ini menjadi salah satu tim yang selalu di tunggu.

“Gunakan semua data angka media sosial yang ada dalam presentasi klub untuk menarik investor. Kembali lagi, apabila itu dikelola maksimal nilainya bisa mencapai miliaran. Nah sejauh mana manajemen melihat semua potensi itu? Se profesional apa mengelolanya? Itulah sebenarnya tantangan PT. KSSP dalam mendongkrak sisi ekonomi klub.”tutup Vembi.

Soal Sikap Spartacks, Feri Ferdian yang juga salah satu pentolan grup Suporter ini juga angkat bicara. “Pada intinya, Spartacks selalu di garis depan soal mendukung dan support untuk kebaikan tim. Spartacks tegas, pado intinyo hanya ingin SPFC tetap eksis dan menjadi tim kebanggaan Ranah Minang, Siapapun investor dan sponsornyo kita dukung, tanpa harus terlibat politik praktis.”tutupnya.(Mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB