Padang, Prokabar — Pasca penggerebekan pedagang sate menggunakan daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang, Selasa (29/1) kemarin. Pemerintah kota Padang menghimbau masyarakat untuk tidak cemas tetap mengkosumsi sate karena jangan sampai satu pedagang yang curang semua dianggap sama.
“Kita saat ini mengkampanyekan makan sate, karena sate ini kan kuliner khas Sumatera Barat. Jangan gara-gara kasus kemaren, kuliner ini ditinggalkan dan akan berdampak pada masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi saat ditemui, Jumat (1/2).
Saat ini kampanye masih di lingkungan internal. “Kita makan sate sama-sama lalu posting di media sosial untuk mengajak masyarakat,” sambungnya.
Dirinya menambahkan, Walikota Padang telah memerintahkan sejumlah SKPD melakukan pemeriksaan secara acak ke sejumlah pedangang sate. “Selain itu kita juga menampung dan menerima informasi masyarakat jika menemukan kejanggalan. Terkait pelaku yang kemarin, harus di tindak sesuai undang-undang perlindungan konsumen,” terangnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial Kamat juga mengatakan, sejauh ini pedagang sate yang diduga menggunakan daging babi hanya di satu tempat.
Tim terpadu Pemko Padang telah mengambil sampel di sejumlah pedagang sate. Termasuk sate “KMS”, sate “KMSB” di Simpang Haru, dan beberapa tempat lainnya. Setelah dilakukan uji sampel, hanya “KMSB” yang positif menggunakan daging babi. (hdp)
















