Pemerintah Susun Protokol Hidup Berdamai dengan Covid-19

Penulis -

Sabtu, 16 Mei 2020 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) bersama Konsorsium Covid-19 tengah menyusun protokol hidup berdamai dengan covid-19.

Protokol ini untuk merespons pernyataan Presiden Joko Widodo. Selain itu, juga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ada kemungkinan covid-19 ini tidak akan hilang meski sudah ditemukan vaksin.

“Kami sedang merumuskan protokol hidup bersama covid-19 seperti apa, kalau kita memutuskan untuk hidup dengan covid-19 karena ini mungkin kondisi yang harus kita hadapi,” kata Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro, dilansir Sabtu (16/5).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lebih lanjut, ia mengatakan kondisi tersebut harus tetap dihadapi dengan protokol kesehatan yang sudah ada saat ini tetapi harus lebih detail dan tegas. “Ini sedang kami coba susun,” ujarnya.

Dikatakannya untuk merespons ini juga perlu memperkuat dua penelitian. Pertama, yakni suplemen daya tahan tubuh, dengan adanya suplemen ini bisa mencegah masyarakat terinfeksi covid-19.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Kalau belum ada obat kita bisa mengonsumsi suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh supaya tidak mudah terinfeksi covid-19,” kata jelasnya.

Selain suplemen, ia juga menjelaskan penelitian terkait tes covid-19. Menurutnya ke depan ini tes covid-19 sangat penting untuk dilakukan secara massal, baik dengan rapid test maupun PCR (Polymerase Chain Reaction).

Sehingga nanti jika ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dengan Konferensi Video dan melibatkan banyak orang, terlebih dahulu bisa dilakukan tes sebelum masuk ke dalam ruangan acara. Dalam konteks tersebut, paling memungkinkan dilakukan untuk skala besar adalah menggunakan rapid test.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Rapid test ini akan menjadi suatu keharusan maksudnya, bikin acara selain physical distancingpeserta harus tes dulu, berarti teknologi harus diperbaiki,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga meminta masyarakat berdamai dengan virus korona (covid-19) hingga antivirus ditemukan. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB